Komisi IX DPR RI Soroti Kasus Sate Daging Babi di Padang

Penulis -

Kamis, 21 Februari 2019 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kasus penemuan oknum pedagang sate menggunakan daging babi mendapat perhatian serius Komisi IX DPR RI. Pihak DPR RI mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar untuk meningkatkan pengawasan.

“Ini tentu sangat memprihatinkan buat kami. Pasalnya sate Padang menjadi salah satu kuliner khas daerah Minang yang menjadi daya tarik wisatawan juga. Sebenarnya masalah daging babi ini tidak hanya terjadi di Sumbar saja, tetapi juga beberapa daerah yang pernah diketemukan kasus serupa, ”ujar Nurmansyah usai pertemuan Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI dengan BPOM dan Pemprov Sumbar, di Padang.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Dalam hal ini, ia menyetujui tidak hanya BPOM yang harus ikut bertanggung jawab menindaklanjutinya. Namun, lebih dari itu, karena kasus itu termasuk pengadilan, maka pihak pihak seperti Kepolisian pun harus mengusut tuntas dan menimbulkan efek jera bagi para pelaku. Di sisi lain, kasus ini menjadi indikator agar BPOM meningkatkan pengawasan dan memeriksa makanan dan obat di Sumbar, termasuk makanan khas daerahnya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“BPOM harus terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menyangkutnya dicurigai merupakan makanan dan obat-obatan berbahaya. Di sini diperlukan peran masyarakat untuk ikut menggunakan obat dan makanan terlindungi. Oleh karena itu saya mengapresiasi langkah BPOM yang menyediakan layanan hotline dan media sosial sebagai media pengaduan masyarakat, ”katanya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Di samping itu, menurut politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini, perlunya peningkatan peralatan laboratorium di BPOM sebagai sarana meningkatkan obat dan makanan berbahaya. Hal ini terutama berlaku untuk Indonesia bagian Timur. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB