Jakarta, Prokabar – Di dunia musik Indonesia nama Tono Supartono sudah tak diragukan lagi karyanya. Salahsatu karya yang melegenda ‘Keagungan Tuhan’ dipopulerkan oleh Eddy Silitonga tahun 1978 silam.
Kini namanya mulai terdengar lagi lewat satu single kolaborasi bersama sang maestro Andi Rianto. ‘Sang Bidadari’ seakan menandai kembalinya Tono di industri musik Indonesia.
Menurut pria yang dikenal sebagai pengusaha ini, kerinduan terhadap dunia musik sudah tak terbendung lagi. Tono yang juga pendiri Magenta Orchestra bersama Andi Rianto dan Indra U Bakrie, ingin membuat karya di tengah pandemi covid-19.
Obrolan tengah malam diantara keduanya lantas berlangsung. Awalnya membicarakan tentang perkembangan Magenta Orchestra hingga tercetus lah ide membuat single ‘Sang Bidadari’.
“Lagu ini tercipta di saat pandemi di bulan Maret lalu. Pembicaraan dua musisi, berakhir dengan ide bikin lagu. Tadinya sedang membicarakan tentang Magenta, ternyata tercetus begitu saja,” terang Tono dalam perbincangan dengan awak media secara virtual.

Sebagai sahabatnya, Andi Rianto menangkap apa yang jadi keinginan Tono. “Ayolah kita bikin sesuatu di saat pandemi. Akhirnya tercetuslah bikin single yang bernafas rock diiringi musik orkestra,” sambung Andi.
Hanya hitungan hari dari kesepakatan, Tono sudah menyiapkan lirik lagu ‘Sang Bidadari’. “Sering kerja bareng, Andi tahu apa yang jadi keinginan saya,” timpal Tono.
Meski keduanya sebagai pendiri kelompok musik kenamaan, namun Tono dan Andi tidak menggunakan Magenta Orchestra.
“Karena kondisi pandemi jadi tidak memungkinkan menggunakan orkestra dari Magenta. Akhirnya saya mencoba menghubungi Budapest Scoring Orchestra untuk menggarap ‘Sang Bidadari,” jelas Andi.
Tentang apa yang jadi cerita dari lagu ‘Sang Bidadari’, Tono menjelaskan tentang sepasang kekasih yang berbeda agama disatukan dalam cinta.
“Dalam ‘Sang Bidadari’ ini, yang ingin saya sampaikan, ya sebuah drama saja. Menceritakan bahwa pasangan lain agama, tapi sama-sama senang, kemudian menyatu, menjadi satu iman,” ungkap Tono.
Lagu ‘Sang Bidadari’ sudah bisa didengarkan di seluruh digital platform musik mulai Kamis (20/5). Video musiknya pun bisa disaksikan di channel YouTube Overclock Studios.
Tono berharap dengan karya terbaru ini jadi inspirasi bagi anak muda. “Tidak ada kata terlambat untuk memulai dalam berkarya karena pada akhirnya usia hanyalah sebuah angka,” pungkas Tono. (beb)
















