Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kisruh Izin Tambang, Mobil Polisi Dibakar

Dibaca : 693

Pasaman, Prokabar – Satu unit mobil milik anggota Polres Pasaman bernomor polisi BA 1978 LA dibakar massa, Rabu (23/5) dini hari. Mobil tersebut dibakar massa yang naik pitam, saat kisruh penolakan izin tambang emas oleh PT. Inexco Jaya Makmur (IJM).

Pantauan Prokabar.com, pada Selasa (22/5), kisruh ini berawal saat ratusan massa yang merupakan sebagian warga Simpang Tonang ‘menyerbu’ base camp tambang emas milik PT. IJM di Kampung Simpang Kuayan, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, sekitar Pukul 13.00 WIB. IRatusan massa tersebut melakukan perusakan dengan senjata tajam dan batu.

Peristiwa ini bermula dari adanya aksi pencegatan yang dilakukan isalah seorang massa terhadap sopir bangunan yang hendak mengantar semen sekitar 30 sak ke Base Camp PT. IJM.

“Diketahui sopir yang bernama Jeddi (27) bersama kakaknya Jendi warga Kampung Barilas, Nagari Simpang Tonang hendak mengantar pasokan semen dari gudang Toko Bangunan milik Subhan (40) menuju Base Camp PT. IJM. Namun sampai di Kampung Condoh, Jorong Tanjung Mas dekat lapangan Bola Lambau, sopir dicegat Iwang Cs (40). Kemudian Iwang Cs bersama ratusan massa langsung menuju Base Camp PT. IJM dengan menggunakan senjata tajam,” jelas Kasatreskrim Polres Pasaman, Iptu Zulhendri.

Atas kejadian itu, puluhan anggota Polres Pasaman beserta anggota TNI datang untuk mengamankan lokasi. Hingga akhirnya, anggota mengamankan puluhan massa yang kedapatan anarkis dan membawa senjata tajam.
Ternyata, kisruh tidak sampai di situ saja. Massa melakukan pemblokiran jalan di sejumlah titik hingga merusak badan jalan di daerah Kampung Barilas sekitar pukul 01.40 WIB dini hari.

“Sehingga seluruh armada beserta aparat gabungan tidak bisa melintasi jalan tersebut untuk pulang. Hanya berselang sekitar 30 menit, rombongan massa kembali menghadang tambahan aparat gabungan lainnya yang datang dari arah berlawanan. Massa yang tidak terkontrol lalu melempar batu ke arah rombongan dan membakar satu unit kendaraan,” jelas Zulhendri.

Setelah bernegosisasi dan mengabulkan permintaan masyarakat untuk melepaskan puluhan masyarakat yang diamankan sebelumnya, anggotapun dipersilahkan melewati jalan untuk pulang. (ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top