Kisah Taufiq Ismail, Sastrawan Kebanggaan Indonesia

Penulis -

Jumat, 8 Oktober 2021 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prokabar.com – Taufiq Ismail adalah seorang penyair dan sastrawan ternama Indonesia yang namanya sudah tak asing lagi di telinga sebagian penikmat seni tanah air.

Seniman dengan gelar Datuk Panji Alam Khalifatullah itu lahir dari pasangan A. Gaffar Ismail dan Sitti Nur Muhammad di Bukittinggi pada 25 Juni 1935.

Sama dengan dirinya, ayah dari Taufiq Ismail adalah seorang tokoh ternama, yang mana merupakan ulama serta pendiri dari Permi.

Masa Sekolah Dasar (SD) Taufiq lalui di tiga kota, yaitu Solo, Semarang, dan Yogyakarta. Semasa SMP ia menyelesaikan pendidikannya di Bukittinggi, dan SMA di Pekalongan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Tumbuh dalam keluarga yang penuh nuansa pendidikan yaitu dari seorang guru dan wartawan, Taufiq jadi pribadi yang identik dengan dunia sastra.

Taufiq tidak langsung terjun jadi sastrawan secara langsung. Jauh dari kata seni, ia adalah alumni FKHP-UI (Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan Universitas Indonesia) Bogor di tahun 1963.

Baca Juga :  Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026

Di masa kuliah, Taufiq cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Diantaranya pernah bergabung dengan Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PIII) dan Ketua Senat Mahasiswa FKHP-UI (1960-1961).

Ia juga jadi salah satu penerima beasiswa AFS International Scholarship dan aktif sejak tahun 1958 di  AFS Indonesia dan jabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya.

Kesuksesannya dalam dunia sastra tak hanya di Indonesia, namun juga sudah sampai ke luar negeri.  Beragam penghargaan pun telah ia dapatkan.

Baca Juga :  Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

Penghargaan luar negeri yang telah diraih Taufiq antara lain Cultural Visit Award dari Australia (1977) serta South East Asia Write Award dari kerajaan Thailand (1994).

Sedangkan penghargaan nasional yaitu Anugerah Seni Pemerintah di tahun 1970

Taufiq juga memiliki rumah sastra yang bernama “Rumah Puisi Taufiq Ismail”, tempat itu dijadikannya sebagai koleksi karya-karya sastrawan legendaris Indonesia.

Hingga saat ini rumah puisi Taufiq Ismail menjadi salah satu wisata edukatif di Tanah Datar. (MG1_ash)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB