Kisah Pidato Presiden Soekarno di Bawah Pohon Beringin SGB Maninjau

Penulis -

Rabu, 21 September 2022 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Soekarno

Presiden Soekarno

Kunjungan Kerja Presiden RI Soekarno itu kebetulan, tahunitu juga sedang berlangsungnya pemekaran dari Provinsi Sumatera menjadi Provinsi Sumatera Tengah.

Tahun 1948, Soekarno berpidato tepat di bawah pohon beringin yang saat ini berada di sekitar Gedung bawah SMA Negeri 1 Tanjung Raya. “Sebuah kebanggaan terbesar bagi kami saat itu. Bahkan hingga saat ini masih teringat bisa bertemu, melihat dan menyaksikan langsung pidato berapi-api Soekarno,” jelasnya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Presiden Soekarno dan rombongan meninjau daerah Maninjau, Sumatera Barat 10 Juni 1948 dalam rangka kunjungan kerja ke pulau Sumatera. (Foto : Idayu Foundation collection)

Kunjungan Presiden RI pertama itu ternyata juga memberi kenangan terindah baginya ke kawasan Danau Maninjau tersebut. Terbukti terukir indah sejarah kehadiranya dengan lahirnya sebuah pantun Ir. Soekarno berbunyi :

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

“Kalau adik makan pinang,
Makanlah dengan sirih Hijau.
Jika adik datang ke Minang,
Jangan lupa singgah ke Maninjau.”
(Ir. Soekarno: 1948).

“Saat itu saya sekolah di Sekolah Rakyat Governemen kelas 2 SD yang terletak di sekitar lapangan sepak bola Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang. Kemudian sekolah itu berubah menjadi gedung SMEP atau Sekolah Menengah Ekonomi Pertama, sekolah setingkat SMP,” Ungkap Sastrawan Minang kelahiran 7 April 1939 tersebut.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sejak Orde Baru, SMEP hilang kemudian lahir Sekolah Dasar Negeri 6 Kubu, yang terletak tidak jauh dari Gedung SMEP.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB