Jayapura, prokabar – Persipura Jayapura akan menjalani laga perjuangan lolos dari degradasi Liga 1 pada Kamis (31/3) sore di Bali. Sebuah hal yang miris dan menyedihkan, tim sekaliber Persipura harus berjuang hidup mati untuk lolos degradasi.
Padahal The Black Pearl atau Mutiara Hitam dari Timur ini, adalah tim elit di kasta tertinggi Indonesia, setidaknya dalam dua dekade terakhir. Bahkan inilah tim yang selalu hanya punya satu target di Liga tertinggi, juara!
Persipura punya prestasi mentereng, mengoleksi lima gelar juara di turnamen kasta tertinggi di Indonesia, yaitu tahun 2005, 2009, 2011, 2013, dan 2016. Empat kali Runner-Up, tahun 1980, 2010, 2012, 2014.
Kalau ditambahkan, Persipura tim Indonesia pertama yang mampu menembus semifinal kompetisi antar klub Asia, yaitu Piala AFC 2014. Langkah Persipura dihentikan oleh klub Kuwait, Al-Qadsia 0-6 dan 2-4.
Persipura juga tim yang melahirkan para legenda dari tanah Papua, dengan tak pernah berhenti melahirkan telenta-talenta hebat yang banyak menjadi legenda di persepakbolaan Indonesia disetiap generasi.
Sebut saja mulai dari era Rully Nere, mettu Duaramuri, Panus Korwa, Hengky Heipon, Eduard Ivakdalam, Ronny Wabia, Chris Yarangga, sampai era Boaz Solossa dan sekarang baru muncul calon bintang, Ricky Cawor.
Tapi ironisnya tim dengan track record sedemikian hebat, harus terjebak dalam situasi yang sulit dan memilukan, terancam turun kasta ke Liga 2 tahun 2022 ini. Butuh kejaiban untuk bisa selamat dari degradasi.

Selain Persipura, dua tim yang masih punya kans selamat dari degradasi adalah PSS Sleman dan Barito Putera.
Persipura akan menghadapi Persita Tangerang di Stadion Kompyang Sujana, PSS bertemu dengan Persija di Stadion I Gusti Ngurah Rai, dan Barito Putera bentrok dengan Persib di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Pertandingan ini akan berlangsung secara bersamaan mulai pukul 15.30 WIB atau 16.30 WITA atau 17.30 WIT. Ketiga pertandingan ini dilangsungkan bersamaan agar tidak ada yang main mata atau bermain curang.
Duel pekan ke-34 ini sangat krusial, sebab satu tim dipastikan degradasi usai laga ini, untuk menemani Persiraja Banda Aceh dan Persela Lamongan. Tim dengan poin terminim yang akan terdegradasi.
Mengacu regulasi kompetisi, penentuan posisi di klasemen setelah poin adalah head to head. Urutan head to head yang digunakan adalah poin antar tim yang poinnya sama, lantas selisih gol di antara tim itu, dan produktivitas.

Persipura Lolos jika:
Mutiara Hitam bisa lolos dari lubang jarum jika menang atas Persita dengan skor berapapun, asal pada saat yang sama PSS atau Barito Putera kalah. Jika dua tim ini bermain imbang, Persipura turun kasta.
Saat ini Persipura mengumpulkan poin 33 dari 33 pertandingan. Ini sudah termasuk pengurangan poin karena tak bertanding melawan Madura United. Jika menang, poin maksimal Persipura adalah 36.
Pada saat yang sama PSS sudah mengoleksi 36 poin dan Barito 35 poin. Jika kedua tim ini meraih hasil imbang, poin PSS akan menjadi 37 dan Barito Putera 36. Masalahnya, Persipura kalah head to head dengan Barito Putera.
Barito Putera Lolos jika:
Tim asuhan Rahmad Darmawan ini otomatis lolos jika menang melawan Persib. Bahkan jika meraih hasil imbang, tim berjulukan Laskar Antasari ini akan tetap lolos karena unggul head to head dengan Persipura.
Seandainya nanti PSS kalah dan Persipura menang, sedangkan Barito imbang, poin ketiganya otomatis sama-sama 36. Jika hal itu yang terjadi, sistem yang digunakan bukan lagi head to head poin antara ketiganya, tetapi selisih gol.
Asalkan tidak kalah dengan skor besar, seperti 0-3, 0-4, atau 0-5, Barito tetap punya peluang lolos lebih besar dibanding Persipura, karena selisih golnya saat ini adalah plus 2, sedangkan Persipura minus dua.
PSS Lolos jika:
Minimal meraih hasil imbang dari Persija, PSS otomatis lolos dari degradasi. Dengan tambahan satu poin, Elang Jawa sudah pasti lolos karena Persipura tak akan mampu mengejar perolehan poin mereka.
Jika kalah dari Persija, PSS masih punya kans lolos asal Barito Putera dan Persipura kalah. Jika Persipura menang dan Barito Putera imbang, kans lolos tetap ada asal tak kebobolan besar, seperti 0-3, 0-4, atau 0-5.
Saat ini surplus PSS adalah tiga di antara Persipura dan Barito Putera. Artinya, asal tidak kebobolan lebih dari dua gol dan Persipura tak menang dengan skor besar, kans lolos tetap terbuka dengan lebar.(*)
















