Agam, Prokabar — 60 orang anak-anak beserta guru dan orang tua murid TPA/MDA Al Mukminin Batuang Panjang, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam melaksanakan wisata reliqius ke Masjid Pahlawan Manggopoh dan Makam, Minggu (1/3). Anak-anak asal kampung kelahiran Buya Hamka tersebut akan diterpa tentang nilai-nilai sejarah dan perjuangan masa lalu.
“Kami ingin membawa anak didik kami berlibur sambil mendapatkan pelajaran berharga. Jadi tidak liburan kosong semata, tidak membawa apa-apa saat kembali ke rumah. Kami tidak mau itu,” Ungkap Ardiansyah Datuak Rajo Ameh, Kepala TPA/MDA Al Mukminin kepada Prokabar.com, Senin (1/3).
Perjalanan wisata reliqius ini, berkat bantuan Wakil DPRD Kabupaten Agam, Irfan Amran sekaligus tokoh masyarakat Sungai Batang. “Berkat bantuan ini, satu bus dapat difasilitasi dan satu bus lagi kami iyuran bersama orang tua murid,” terangnya.
Destinasi wisata reliqius terdapat beberapa titik kunjungan. Selain Masjid dan Makam Siti Manggopoh, juga ke Masjid dan Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, Padang Pariaman. “Awalnya kita juga akan ke Masjid Raya Sumatra Barat di Padang. Karena kondisi waktu tidak memungkinkan, terpaksa kami ganti ke Monumen Perjuangan Pahlawan TNI AL di Pantai Gandoriah, Kota Pariaman. Di sini, anak-anak senang bergembira bermain mobil dan sepeda,” jelasnya.
Di Monumen tersebut selain bermain, juga ada pelajaran perjuangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mempertahankan benteng pertahanan di Kota Pariaman. Berusaha melawan tentara Belanda yang hendak menguasai Pesisir Pantai Sumatra Bagian Barat.
“Setelah dari Pariaman, anak-anak bekesempatan menikmati pemandian Alam Damai di Lembah Anai, Tanah Datar. Dan liburan ditutup ke Jam Gadang Bukittinggi. Kami berharap kecerian ini, membangkitkan semangat belajar anak-anak kedepannya. Dan semangat orang tua dan kami dari guru, untuk lebih kompak mendidik anak,” tuturnya.
Etri Yulianti, salah seorang wali murid TPA/MDA Al Mukminin sangat senang atas terwujudnya perjalanan tersebut. “Kami sangat senang akhirnya perjalanan ini terwujudkan. Dan ini berkat dukungan dan kerjasama semua pihak,” ujarnya.
Berwisata bersama dapat meningkatkan tali silahturahmi orang tua murid, guru dan anak didik. Komunikasi semakin ramah dan lembut, karena jalinan emosional yang semakin erat. “Anak adalah tumpuan harapan semua orang tua. Mereka harus dipupuk dan didik secara serius, sehingga membentuk kepribadian sesuai harapan kita,” ulasnya.
Perjalanan sengaja lebih agamais dan reliqius, agar tetap mengarahkan pola pikir dan rasa yang dilalui. “Dalam hal ini, kita mendapat dukungan moril salah seorang relawan yang cukup peduli Kampung Halaman Buya Hamka ini. Kami sangat senang atas kepedulian tersebut. Semoga, cita-cita kami agar anak-anak menjadi generasi penerus yang cerdas, reliqius dan berkepribadian hebat. Seperti para pejuang pahlawan terdahulu,” pungkasnya. (rud)
















