Kisah Menarik Pemilihan Ketua PWI Piaman

Penulis -

Minggu, 29 Juli 2018 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Rudi Yudistira, S.S

Pariaman, Prokabar – Pemilihan Ketua PWI Padang Pariaman dan Pariaman (disebut juga Piaman), sudah usai kemaren, Sabtu (28/7). Kegiatan dihadiri Ketua PWI Sumbar, Heranof dan jajaran, Sekdako Pariaman, Indra Sakti serta wartawan senior lainnya.

Pemilihan ketua ini terbilang unik dan sangat demokratis. Tidak ada persaingan berlebihan dan konflik sedikit pun. Meski lancar Konferensi V PWI Padang Pariaman dan Pariaman tetap berjalan alot dan berakhir secara aklamasi.

Dalam diskusi hebat tersebut, diikuti 13 orang Anggota Biasa (memiliki hak pilih), beberapa anggota muda dan selebihnya rekan- rekan media terhimpun di Kantor Wartawan Piaman. Mereka bersama-sama mengajukan beberapa calon pengganti Ketua PWI yang lama.

Calon terapungkan yakni A. Darmanhuri, Agus Suryadi, Darmansyah dan Armadi Tanjung. Tiga orang diantaranya selain Armadi adalah wartawan senior Harian Singgalang yang bertugas di dua wilayah tersebut. Mereka terpilih, dianggap terbaik memimpin dan pengayom rekan-rekan yang ada.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Uniknya, Agus Suryadi yang sempat diusung dan berkeinginan menjadi Ketua PWI, tiba-tiba mundur.

“Intruksi Ketua sidang, mohon izin saya mundur sebagai calon ketua. Saat ini saya tidak mampu menjadi pemimpin karena alasan waktu kerja diluar profesi kewartawan saat ini. Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan sahabat yang telah mengusung saya,” kata Agus.

Tidak lama kemudian, Darmansyah Koordinator Daerah wilayah Pariaman dan Padang Pariaman Harian Singgalang, juga mundur sebagai calon. Begitu halnya dengan Armadi Tanjung dengan alasan hampir sama. Secara tidak langsung, mereka sebenarnya sudah sepakat mengangkat A. Darmanhuri sebagai Ketua PWI pengganti Ikhlas Bakri.

Tidak hanya para calon yang sudah mundur, upaya penggiringan aklamasi sebenarnya sudah dilakukan. Hanya saja hal tersebut tidak terlalu disetujui sebagian lain karena dianggap minim kaderisasi.

Sementara itu, Darmanhuri terlihat gamang mengeban Gunung di pundaknya. Bisa jadi nilai-nilai Islam dan syariat begitu kuat. Pemimpin itu adalah Amanah bukan sebuah berkah. Setiap pemimpin akan dipertanggungjawabkan nanti. Apalagi beliau tamatan pesantren.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Jika memang ini sudah diamanakan kepada saya, maka ini adalah tugas kita bersama,” ungkapnya.

Semua orang yang mengikuti rapat pleno Konferensi V PWI Padang Pariaman dan Pariaman tersebut sudah sepakat memilihnya, tidak ada alasan lagi untuk mengelak seperti periode-periode sebelumnya. Selalu ada alasan berkilah dipilih, karena masih ada calon yang mau dan bersedia memimpin PWI.

“Dari pelaksanaan kegiatan, jauh berbeda dengan PWI daerah Sumbar lain. Biasanya orang rebutan menjadi Ketua PWI dengan ragam motivasi. Kita salut cara berfikir dan berdemokrasi wartawan yang ada di Piaman ini,” ungkap Ketua PWI Sumbar, Heranof.

Keunikan lainnya lanjut Wartawan Senior Sumbar tersebut, lebih mengutamakan kebersamaan ketimbang ambisi pribadi dan kelompok. “Pemilihan ini secara tidak langsung adalah Aklamasi. Dan saya rasa ini yang disebut saciok bak ayam sadanciang basi,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sekdako Pariaman, Indra Sakti juga menuturkan Kader Pemimpin di Pariaman jelas banyak. Yang berkeinginan menjadi ketua juga sangat banyak. Namun yang membuat saya bangga adalah mereka saling memahami dan mengerti satu sama lain.

“Rasa kekeluargaan, kebersamaan dan kekompakan adalah keutamaan dari organisasi ini. Dan kita berharap dapat selalu menjaga utuh kekompakan tersebut,” ujarnya.

Dari pandangan peristiwa tersebut, setiap organisasi paling penting adalah saling memahami dan menghargai satu sama lainnya. Menjauhkan sikap sinis, buruk sangka, arogan, merasa paling benar, paling hebat, paling terbaik dan kadang Maha dari segalanya melebihi kekuasaan sang Illahi (takabur dan sombong).

Mengutamakan kebersamaan dengan cara yang baik pula. Bukan cara arogan dan emosional nan labil. Sikap kedewasaan dengan ketenangan berfikir di alam logika, merasakan dengan hati nurani, berbicara dengan tutur indah, disertai mimik wajah dan sikap yang lembut. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB