Payakumbuh, Prokabar – Kisah-kisah sopir truk dan bus-bus Padang- Pekanbaru selalu ada di Kelok Sembilan, dulu.
“Seingat saya sering truk tersangkut di sana, tak putus di bengkolan, kadang berjam-jam tapi ada pula yang seharian,” kata Rustam seorang “pensiunan” sopir truk di Lubuk Alung, sehabis berbuka tadi.
“Bus sering pula tersangkut di sana, bertemu di bengkolan, terbang darah dibuatnya,” Mak Sari langganan bus ke Pekanbaru, bercerita di Payakumbuh, Rabu malam kemarin.
Bahkan Yusaf Rahman menciptakan lagu khusus untuk Kelok Sembilan yang terkenal itu.
Mandaki jalan ka Payokumbuah
Baranti tantang Kelok Sambilan
Ondeh baranti tantang Kelok Sambilan
Dimalah badan indak ka rusuah
Sadang basayang Tuan bajalan
Ondeh sadang basayang Tuan bajalan
Ondeh baa lah ko kaba
Baa lah ko kaba, kini rang mudo yo
Ondeh baa lah ko kaba
Baa lah ko kaba, kini rang mudo yo
Lagu ini kemudian dipopulerkan oleh Ely Kasim dan direkam berulang-ulang, hafal di luar kepala oleh sebagian besar anak Minang.
Sarang lebah
Ketika jembatan ini akan diresmikan Presiden SBY pada 2013, didatangkanlah pawang lebah ke sana. Ini karena di bawahnya bergelayutan sarang lebah sebesar-besar drum minyak tanah.
Meski orang amatlah ramainya, lebah itu tenang dan diam saja. Juga saat ini.
Di hutan sekitar Kelok Sembilan itu memang banyak bersarang lebah dan petani “memetik” madunya secara berkala. (nrs)
















