Peristiwa

Kisah Kakek Nenek yang Selamat Setelah Disambar Petir

Limapuluh Kota, Prokabar – Kepala Puskesmas Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota Yelfi Netra Puspita membenarkan, satu orang warga Batu Payuang meninggal dunia atas peristiwa disambar petir.

Adapun tiga lainnya yang mengalami luka bakar, sudah ditangani petugas medis dan mulai pulih. “Alhamdulillah, pulih, tinggal satu orang lagi, yang dua sudah sadar,” kata Yelfi Puspita, kepada Prokabar, Selasa (6/11) sore.

Dua dari 3 korban selamat itu, ternyata merupakan suami istri. Pihak Puskesmaa juga merilis nama-nama korban, sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) masing-masing.

Bukan seperti data awal Prokabar, adapun identitas ketiga korban masing-masing Basri (70) dan istrinya Ramayulis (65) serta seorang lagi juga perempuan bernama Faridawati. “Ada dua perempuan dan dua laki-laki jadi korban,” katanya.

Untuk korban meninggal dunia, bernama Fuadi. “Kondisi sampai saat ini, Basri dan Ramayulis sudah sadar dan mulai pulih. Faridawati, masih proses pemulihan. InsyaAllah selamat,” kata Kepala Puskesmas.

Basri dan Ramayulis, adalah kakek nenek yang ikut panen padi saat kejadian bersama warga lainnya. Setiap hari, mereka, di usia senja tetap bertani. “Tadi, keempat korban tersungkur di tengah sawah,” kata saksi mata. (vbm)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top