Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kisah Inspiratif dari Hj Lena MN Pengusaha Travel Umroh Pemerhati Lembaga Permasyarakatan

Dibaca : 144

Agam, Prokabar — Sekitar Rp30 juta telah ia sumbangkan untuk usaha peternakan ikan lele di Lapas II B Lubuk Basung, targetnya Rp100 juta. Investasi itu diberikan secara cuma-cuma, hanya untuk dapat Warga Binaan mendapat tambahan ilmu (skill) sekaligus pendapatan ekonomi selama menjalani hukumannya.

Hajah Lena MN, Lc, seorang wanita inspiratif dari Jalan Gajah Mada, Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Nanggalo, Kota Madya Padang. Aktivitas sehari-hari bergerak dan beraktifitas ke berbagai daerah dengan bisnis yang telah dikembangkannya. Usaha utamanya memiliki perusahan traveling umbroh dan haji. PT. Al Ananda Labaik Kakbah nama perusahaannya.

“Sedekah itu dahsyat. Karena saya telah merasakan dampak langsung kekuatan sedekah ini. Dan niat itu harus semata-mata hanya kepada Allah SWT,” Tegasnya.

Lena mengkisahkan, perjalanan usaha diawali dengan modal Rp700 ribu dari sang suami. Usaha itu dibarengi modal berdakwah, kebetulan dirinya seorang ustazah tamatan Universitas Al-Azhar, Mesir. Tentu ilmu Agama Islam yang dimiliki cukup mumpuni memberikan pandangan dan ilmu agama Islam kepada kaum hawa lainnya.

“Berkat kegigihan, pergaulan yang baik dan niat ikhlas, usaha travel umbroh perdana yang saya jalankan mendapat kepercayaan banyak orang. Karena setiap usaha, kejujuran dan kesabaran adalah sifat utama yang harus dimiliki. Alhamdulillah, tahap awal, melalui ridho yang Maha Kuasa, kita berhasil memberangkatkan jemaah sebanyak 1000 orang jemaah pertama,” ungkapnya.

Keberhasilan itu kemudian dijalani dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan mendirikan Rumah Lesehat Al Ananda Rp5000 di Jalan Bawal, Ulak Karang Kota Padang. Kunjungan ramai dan bisa ambil sendiri sebagai bentuk warung edukasi, melatih kejujuran pembeli atau masyarakat.

“Banyak kata-kata bijak atau nasihat yang saya ingat dan terapkan dalam diri ini. Baik itu nasihat dari Buya Hamka, Ulama-ulama besar di Arab sana, bahkan dari Ayah dan suami saya. Beberapa diantaranya, Aku mau melihatmu bersinar. Berjuanglah! Gigihlah!. Kalau ingin dihargai, maka hargailah dirimu sendiri,” ujarnya.

Pemerhati LAPAS, Kembangkan Usaha Peternakan Lele.

Pengalaman terus berlanjut, sehubungan dakwah serta perjalanan usaha terus dikembangkan. Selepas mendirikan Rumah Makan Lesehan Rp5000 di Padang, Lena juga rutin melakukan pembinaan terhadap Mualaf di Kepulauan Mentawai. “Memberi bantuan berupa zakat, infak, sedekah atau apapun yang bisa diberikan. Karena bisa dipahami kondisi kepulauan itu, masih banyak daerah telisolir,” ujarnya.

Tidak puas dengan itu saja, Bisnis Travelling Umbroh dan Haji semakin berkembang membuka peluang dirinya untuk terus menyalurkan zakat, sedekah dan infaknya kepada yang sangat membutuhkan.

“Saya pernah mendapat pengalaman dari sebuah kisah seorang istri narapidana. Suaminya menjalani hukuman dalam penjara di sebuah Lembaga Pemasyarakatan. Hiya hati mendengar dan menyaksikan kisah pilu itu. Terpaksa menjual diri agar tetap dapat bertahan hidup dan membantu suaminya di LP itu. Teriris tangis mendalam diri ini. Dengan spontan, pembinaan pengembangan usaha langsung dilakukan. Alhamdulillah, seorang wanita itu telah memiliki gerobak minuman dan jus di sebuah objek wisata di Kota Padang,” tuturnya.

Sejak saat itu, perhatian Lena terhadap Lembaga Pemasyarakan semakin kuat. Setelah berhasil menjalin kerjasama dengan Lapas Kelas II B Padang dan Lapas Kelas II B payakumbuh, kini berlanjut ke Lapas Kelas II B Lubuk Basung.

“Di Lapas Kelas II B Lubuk Basung kami telah memulai pengembangan usaha peternakan lele. Alhamdulillah, setelah penebaran puluhan ribu bibit, kini sudah 24 ribu ekor lele sudah siap panen dalam minggu ini. Selain Warga Binaan mendapat tambahan ekonomi dari peternakan lele ini, jelas juga mendapatkan ilmu atau skill budi daya ikan lele,” katanya.

Lena melanjutkan, harapan kita jelas setelah Warga Binaan ini mendapatkan skill budi daya lele sehingga mampu menghidupkan anak istri dan tidak kembali melakukan kejahatan.

“Paling berkesan dalam hidup saya adalah sebuah nasihat sebagai motivasi dan kekuatan tersendiri yaitu, hidup itu sekali. Jika kamu pintar, tidak bisa membuat orang pintar maka kamu terbilang orang bodoh. Jika kamu kaya, tidak mampu membuat orang kaya, maka kamu adalah orang yang termiskin di dunia,” lanjut Ustazah Tamatan Al Azhar tersebut.

“Jangan suka meminta, namun bisakanlah memberi! Seperti nasihat Buya Hamka, Berilah orang lain pancing, jangan beri mereka kapal,” tutup Direktur Al Ananda Labaik Kakbah. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top