Daerah

Kisah Inspiratif Lahirnya Pondok Tahfidzul Qur’an Darul Hikmah Sitalang

Dibaca : 472

Ampek Nagari, Prokabar — Baru saja lahir delapan bulan lalu, dan hanya genap lima bulan berjalan secara penuh karena adanya wabah Covid-19, sebuah Pemondokan Tahfidzul Qur’an Darul Hikmah di Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam telah mulai menunjukan hasil.

“Sekitar 3 orang santriwan dan santriwati kami sudah ada yang hafal tiga jus. Alhamdulillah, meski full berjalan dan beraktifitas lima bulan, perjuangan mulai menunjukan hasil,” ungkap Afriwendi, Ketua Pondok Tahfidzul Qur’an Darul Hikmah Sitalang, kepada Prokabar.com saat ditemui di Pemondokan tersebut, Rabu (1/7).

Saat ini anak didik sudah mencapai 200 orang. Berasal dari Nagari Bawan, Sitalang, Sitalang dan Batu Kambiang. Aktifitas gabungan dilakukan satu kali seminggu. Dalam pertemuan di Hari Minggu, dimulai dari Pagi hingga selesai sholat Zuhur berjemaah.

Sementara, untuk penyetoran hafalan dilaksanakan setiap hari atau murajaah namanya. Kegiatan dilaksanakan setiap hari, sesudah sholat Ashar hingga sesudah Magrib.

“Seluruh santri gratis dan tidak ada dipungut biaya apapun. Bahkan seluruh pakaian dan atribut lainnya juga diberikan secara gratis. Anak didik selama mengikuti pelajaran, disediakan minuman. Seluruhnya, dibiayai pembina Bapak Haji Edison Abdul Fatah. Beliau saat ini beraktifitas di Palembang,” terangnya.

Afriwendi melanjutkan, pembina ini sendiri memiliki usaha perkebunan yang sangat banyak di Palembang. Selain memiliki perkebunan Jagung ratusan hektar, juga sedang fokus pada budidaya Serai Wangi saat ini. “Sekarang beliau mulai membangun usaha, untuk membantu masyarakat di sini. Sudah memiliki lahan sebanyak 10 hektar untuk percontohan sekitar 100 ribu rumpun, di Nagari Sitalang ini,” tuturnya.

Perencanaan selanjutnya, akan dikembangkan sekitar 300 ribu hektar lagi kebun serai wangi sekaligus dan membuat penyulingannya. Untuk yang sudah ditanam, akan panen sekitar 2,5 bulan lagi. Ampas penyulingan serai wangi itu nantinya dimanfaatkan untuk makan pakan ternak. Rencananya lagi akan dibangun kandang sapi dengan jumlah 200 hingga 400 ekor. Target kedepannya sekitar 5000 ekor.

Dari usaha pertanian dan perkebunan inilah, Pondok Tahfidzul Qur’an ini bisa hidup. Jumlah Pondok Gazebo saat ini sudah dibangun lima unit, satu aula dan satu unit kantor. “Tenaga pendidik ustad dan ustazah sudah mencapai 11 orang. Dan semuanya masih berasal tenaga pendidik setempat atau guru lokal,” jelasnya.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top