Kini Tak Ada Lagi Nagari Tertinggal di Agam

Penulis -

Jumat, 17 Juli 2020 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Di tahun 2020, tidak ada lagi nagari di Kabupaten Agam yang tercatat sebagai desa tertinggal. Nagari Pagadih yang pada tahun sebelumnya berstatus desa tertinggal, kini naik status jadi nagari berkembang.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Agam, Wahyu Bestari mengatakan hal tersebut berdasarkan rekapitulasi Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Agam Tahun 2020.

Dijelaskan, IDM merupakan perhitungan komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi atau Lingkungan.

Artinya, indikator dalam IDM dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan nagari untuk mensejahterakan nagari,” jelas Wahyu Bestari dilansir dari MC Agam, Jumat (17/7).

Berdasarkan IDM tahun 2020, tercatat tiga nagari berstatus nagari mandiri. Tiga nagari tersebut antara lain Nagari Tiku Selatan, Nagari Lubuk Basung, dan Nagari Panampuang.

“Status mandiri adalah status IDM tertinggi. Kabar baiknya Nagari Tiku Selatan masuk 3 desa terbaik se Indonesia dengan poin 0,8957,” sebutnya.

Lebih lanjut dijelaskan, kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat nagari harus menghasilkan pemerataan dan keadilan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Didasarkan memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan.

“Dalam hal ini ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat nagari,” ulasnya.

Sementara itu, 47 nagari di Kabupaten Agam berstatus nagari maju. 31 nagari masih berstatus nagari berkembang.

“Dengan berubah status Nagari Pagadih dari tertinggal menjadi berkembang, artinya tidak ada lagi nagari tertinggal di Agam,” tuturnya.

Dikatakan untuk alasan Nagari Pagadih berubah status karena kantor wali nagari dan Pelayanan Kesehatan sudah berdekatan, serta mudah diakses. Kemudian indikator evakuasi, seperti irigasi juga sudah tersedia.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Untuk penurunan status tidak ada skemanya, karena saat ini tiap tahunnya nagari lancar menerima pendanaan, yang ada berubah status menjadi lebih baik,” terangnya lagi.

Pihaknya berharap, nagari saat ini yang statusnya masih berkembang untuk bisa menaikan status menjadi nagari maju. Dikatakan, nagari mandiri dan maju tidak begitu memiliki perbedaan mencolok.

“Bedanya di poin saja yang lebih tinggi. Semoga nagari-nagari yang berkembang dapat meningkatkan IDM-nya,” ujarnya berharap. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB