Bukittinggi, Prokabar – Seekor ular king kobra , bikin resah di kawasan Canduang, Agam. Ular itu akhirnya dievakuasi i oleh Bukittinggi Reptil Animal Community (B-Reptanic).
Ular yang nyaman di rumpun bambu itu, panjangnya sekitar 3 meter, dievakuasi pada sepotong pagi, Senin (2/2/2020). Lalu di rumpun bambu mana ular itu, berleha-leha? Di belakang sebuah rumah di Parak Jangguik, Gantiang, Koto Tuo, Nagari Canduang Koto Laweh, Agam.
Evakuasi dilakukan, setelah dua hari diketahui tatkala seorang pria hendak menebang betul. Bambu apa lagi yang hendak ditebak, yang ada dia lari menjauh, daripada dililit ular sendok besar itu.

King Kobra
King kobra adalah ular ganas, berbeda dengan kobra yang lebih kecil. King kobra ular berbisa terpanjang di dunia. Ular ini endemik di sebagian India hingga Asia Tenggara. Ular ini juga merupakan salah satu reptil nasional India.
Ular sendok
Ular sendok, menyerupai king kobra, tapi lebih kecil dan panjangnya hanya 1, 6 m atau kurang. Susah membedakan jenis-jenis ular yang mampu memipihkan lehernya bagai sendok, nama yang diberi oleh Melayu. Sering king kobra disebut juga ular sendok besar oleh lidah rakyat di tanah Melayu. Ular jenis sendok ini ada di Asia Tenggara, namanyabisa ular sendok, kobra khatulistiwa atau ular sendok Sumatera. Inijenis kobra hitam, yang sering menyuruk dalam semak dan gula, atau daun-daun keringyang jatuhdi tanah.
Seperti jenis kobra lainnya, ular-sendok sumatra memiliki racun bisa neurotoksin. Kemungkinan juga terdapat kandungan kardiotoksin dan sitotoksin pada bisanya. Ular ini juga mampu menyemburkan bisa ke arah mata pengganggunya. Bisa yang mengenai mata akan menyebabkan kebutaan apabila tidak segera ditangani. (laf)
















