King Kobra Resahkan Canduang

Penulis -

Selasa, 3 Maret 2020 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar – Seekor ular king kobra , bikin resah di kawasan Canduang, Agam. Ular itu akhirnya dievakuasi i oleh Bukittinggi Reptil Animal Community (B-Reptanic).

Ular yang nyaman di rumpun bambu itu, panjangnya sekitar 3 meter, dievakuasi pada sepotong pagi, Senin (2/2/2020). Lalu di rumpun bambu mana ular itu, berleha-leha? Di belakang sebuah rumah di Parak Jangguik, Gantiang, Koto Tuo, Nagari Canduang Koto Laweh, Agam.
Evakuasi dilakukan, setelah dua hari diketahui tatkala seorang pria hendak menebang betul. Bambu apa lagi yang hendak ditebak, yang ada dia lari menjauh, daripada dililit ular sendok besar itu.

Baca Juga :  Korban Bencana Sumbar Turun ke Jalan, Desak Penghentian Illegal Logging dan Illegal Mining

 

King Kobra

King kobra adalah ular ganas, berbeda dengan kobra yang lebih kecil. King kobra ular berbisa terpanjang di dunia. Ular ini endemik di sebagian India hingga Asia Tenggara. Ular ini juga merupakan salah satu reptil nasional India.

Baca Juga :  Ketukan Palu Keadilan untuk Tiga Nyawa: Satria Juhanda, Pembunuh Berantai di Padang Pariaman Resmi Divonis Mati

Ular sendok

Ular sendok, menyerupai king kobra, tapi lebih kecil dan panjangnya hanya 1, 6 m atau kurang. Susah membedakan jenis-jenis ular yang mampu memipihkan lehernya bagai sendok, nama yang diberi oleh Melayu. Sering king kobra disebut juga ular sendok besar oleh lidah rakyat di tanah Melayu. Ular jenis sendok ini ada di Asia Tenggara, namanyabisa ular sendok, kobra khatulistiwa atau ular sendok Sumatera. Inijenis kobra hitam, yang sering menyuruk dalam semak dan gula, atau daun-daun keringyang jatuhdi tanah.

Baca Juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, PT Semen Padang Tegaskan Pancasila sebagai Fondasi Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia

Seperti jenis kobra lainnya, ular-sendok sumatra memiliki racun bisa neurotoksin. Kemungkinan juga terdapat kandungan kardiotoksin dan sitotoksin pada bisanya. Ular ini juga mampu menyemburkan bisa ke arah mata pengganggunya. Bisa yang mengenai mata akan menyebabkan kebutaan apabila tidak segera ditangani. (laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dony Oskarian dan Menteri PU Bertemu Bahas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat
KAI Divre II Sumbar Sambut Delegasi dari 36 Negara pada IMLF 2026 di Stasiun BIM
Korban Bencana Sumbar Turun ke Jalan, Desak Penghentian Illegal Logging dan Illegal Mining
IPSI Padang Targetkan Juara Umum Silat di Porprov Sumbar 2026
SMKN 1 Lubuk Sikaping Buncah Teriak Kemalingan Ternyata Ada Utang Sekolah Belum Terbayarkan
KAI Divre II Sumbar Sukses Layani 40 Ribu Lebih Penumpang Selama Masa Angkutan Libur Panjang Idul Adha 1447 H
Ketukan Palu Keadilan untuk Tiga Nyawa: Satria Juhanda, Pembunuh Berantai di Padang Pariaman Resmi Divonis Mati
Dua Orang Diduga Tertembak Peluru Nyasar di Area Kampus UNP Padang
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:57 WIB

Dony Oskarian dan Menteri PU Bertemu Bahas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:03 WIB

KAI Divre II Sumbar Sambut Delegasi dari 36 Negara pada IMLF 2026 di Stasiun BIM

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:24 WIB

Korban Bencana Sumbar Turun ke Jalan, Desak Penghentian Illegal Logging dan Illegal Mining

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:00 WIB

SMKN 1 Lubuk Sikaping Buncah Teriak Kemalingan Ternyata Ada Utang Sekolah Belum Terbayarkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 06:01 WIB

KAI Divre II Sumbar Sukses Layani 40 Ribu Lebih Penumpang Selama Masa Angkutan Libur Panjang Idul Adha 1447 H

Berita Terbaru