Kinerja Dinas Sosial Pasaman Dipertanyakan Warga, Ada Apa

Penulis -

Rabu, 13 Maret 2019 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Kinerja Dinas Sosial Pasaman mulai diragukan warga. Pasalnya, sudah bulan Maret pula tahun ini, Bantuan Beras Sejahtera (Rastra) tahun 2018 lalu, belum juga terealisasi penuh.

Mengumpat warga dibuatnya. “Dari bulan September hingga Desember 2018 lalu pendistribusian Rastra di daerah Kecamatan Mapattunggul Selatan belum juga beres. Alasannya akses jalan menuju daerah kami rusak, padahal selama ini juga rusak. Itu bukan alasan,” kata salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) program Rastra di Nagari Muaro Sungai Lolo, Ani (50).

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Diakui Ani, penyaluran bantuan Rastra gratis tahun lalu hanya sampai Agustus 2018. Setiap KPM dijatah 10 kilogram per bulan.

Sementara itu, Barilas (35), warga Patomuan Mapattunggu Selatan lainnya mengatakan dirinya sangat membutuhkan beras tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. 

“Beras gratis itu sangat berharga buat keluarga kami, apalagi dengan kondisi sekarang hasil pertanian seperti karet dan gambir sangat murah harganya. Biasanya, hampir tiap bulan Rastra itu ada, tapi sampai sekarang mulai bulan September hingga Desember 2018 lalu belum juga sampai Rastra itu ke kampung ini. Saya berharap pemerintah Kabupaten Pasaman segera menangani persoalan ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Di sisi lain, keterlambatan penyaluran bantuan program Rastra dari bulan September sampai Desember 2018 lalu, diakui Kepala Dinas Sosial Efka Emi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Hal itu disebabkan karena kondisi jalan menuju kecamatan Mapattunggu Selatan waktu itu sedang rusak parah, sehingga proses pendistribusian sulit dijangkau dengan truck. Pendistribusian ke daerah itu hanya bisa diantar dengan mobil gardan dua, dan itu pun jika kondisi jalan tidak terlalu parah,” jelasnya.

Menurut Efka Emi, Rastra untuk Kecamatan Mapattunggul Selatan sekitar 40 ton lebih, dan separuhnya sudah sampai di daerah itu. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB