Trending | News | Daerah | Covid-19

Artikel

Keunikan dan Keundahan Wisata Goa Batu Kapal

Foto : Antara
Dibaca : 190

Solok Selatan, Prokabar — Ada banyak lokasi eksotis yang disuguhkan panorama cantik seperti lukisan mahakarya alam, salah satunya yaitu, Goa Batu Kapal. Goa Batu Kapal terletak di Nagari Sungai Kunyit Barat, Sangir Balai Janggo, Solok Selatan, Sumatra Barat.

Posisinya terletak di tengah-tengah hutan dan perkebunan warga. Jalan menuju goa tersebut masih belum jelas karena belum adanya petunjuk arah yang jelas.

Tidak jauh dari parkiran, terdapat bukit kapur dimana goa tersebut berada. Bukit kapur putih ini menjadi sarang bagi para lebah. Dari kejauhan sudah terlihat sarang-sarang lebah yang bergantungan dengan damai tanpa adanya gangguan. Diluar goa juga disediakan fasilitas seperti warung-warung.

Sangat disarankan untuk mengunjungi goa ketika cuaca cerah, sebab ketika mengunjungi goa saat cuaca hujan jalanan menuju dan menelusuri goa sangatlah licin. Sebelum memasuki goa, para wisatawan harus ke loket terlebih dahulu untuk membeli tiket. Harga tiket tersebut sangatlah murah meriah.

Wisatawan membayar tiket masuk hanya Rp. 5.000/orang untuk orang dewasa, sedangkan untuk anak-anak tidak dihitung alias gratis.

Pada saat wisatawan ingin menyelusuri sepanjang goa, sangat disarankan untuk ditemani pemandu. Sebab, goa ini memiliki banyak lorong yang dapat membuat pengunjung tersesat. Selain itu, melalui pemandu inilah yang akan memudahkan para wisatawannya untuk lebih mengetahui mengenai goa.

Selain menyelusuri lorong-lorong goa, para pengunjung juga bisa menikmati fasilitas yang sudah disediakan.

Didalam goa pertama sangat luas, terdapat stalagtit dan stalagmit beraneka rupa yang dipahat langsung oleh alam.

Meski lampu tidak dipasang, goa ini bercahaya, coklat, pink, dll mungkin karena kandungan sulfur di bebatuan kapurnya. Pada goa kedua, suasana sangat gelap dan harus menggunakan senter dengan berjalan hati-hati supaya tidak tersandung bebatuan.

Keluar dari goa kedua, para wisatawan harus memanjat tebing batu dengan berhati-hati. Sesekali melintasi kayu berukuran kecil yang berfungsi menjadi jembatan. Disepanjang jalan terdapat spot-spot foto yang bagus untuk wisatawan. Sebelum memasuki goa ketiga, wisatawan akan melewati sedikit semak-semak dan rawa-rawa.

Sesampainya didalam, cahaya matahari menyinari seisi goa tersebut sehingga tidak memerlukan senter lagi dan lampu, sebab dengan pancaran cahaya matahari sudah memperlihatkan keindahannya.

Goa ini sangat unik, karena bentuknya yang menyerupai kabin kapal. Di dalam goa ini para wisatawan akan menemukan 4 bongkahan batu kapur. Diantara 4 bongkahan batu kapur tersebut, 2 diantaranya merupakan batu berukuran paling besar.

Masyarakat menyebut sebagai Goa Batu Kapal karena bentuk lorongnya yang sangat mirip dengan kabin kapal. Pada saat sudah memasuki goa ketiga, terdapat genangan lumpur dilantai goa. Tidak perlu khawatir, karena sudah disiapkan kayu sebagai pijakan untuk masuk ke dalam goa tersebut.

Hal menarik lainnya yang dimiliki goa ini adalah lubang yang ada dibagian atas goa. Melalui lubang-lubang tersebut, sinar matahari akan tembus memancarkan cahayanya ke dalam goa. Pancaran sinar matahari inilah yang menambahkan kesan keindahan di dalam goa.

Pada umumnya didalam goa terlihat gelap gulita, tetapi beda dengan Goa Batu Kapal satu ini.

Selain itu, dinding-dinding maupun permukaan tebing goa terdapat guratan-guratan dengan motif cantik. Seolah alam berupaya menunjukkan bakat seninya.

Begitu memasuki goa, para wisatawan akan disambut oleh kawanan kelelawar dan burung wallet yang berterbangan diatas goa. Rintik air yang jatuh ke sungai, ditambah suara wallet dan kelelawar terdengar seperti alunan musik, membuat pikiran menjadi rileks. (**)

Oleh: Syifa Syauqi Syadri, Mahasiswi Sastra Minangkabau, Universitas Andalas.


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top