Ketua Umum PW IPM Sumbar Nilai Istilah “Presiden Pakak” Tidak Mendidik, Ingatkan Etika Kritik BEM KM UNAND

Penulis -

Selasa, 7 April 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Kritik BEM KM Universitas Andalas yang menggunakan istilah “Presiden Pakak” mendapat respons dari Ketua Umum PW IPM Sumatera Barat, Sailendra Gusnan. Ia menilai bahwa dinamika kritik dari mahasiswa adalah bagian wajar dari demokrasi, namun tetap harus berada dalam koridor etika akademik.

Menurut Sailendra, kampus merupakan pusat lahirnya gagasan yang terukur dan berbasis kajian, sehingga penggunaan diksi yang merendahkan hanya akan mengurangi bobot kritik itu sendiri. “Kritik yang baik itu memiliki landasan akademik, didukung data, dan disampaikan dengan adab. Ketika bahasanya menyerang, yang hilang justru substansi,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Ia menekankan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas wacana publik. Media sosial seharusnya menjadi ruang edukasi dan dialog, bukan tempat melahirkan istilah yang menimbulkan polarisasi.

Sailendra juga menyoroti perlunya melihat kebijakan pemerintah secara utuh, termasuk dalam konteks penanganan bencana di Sumatera Barat. Respons pemerintah pusat dalam situasi darurat, dukungan pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) maupun perbaikan infrastruktur harus menjadi bagian dari analisis agar kritik lebih berimbang.

Baca Juga :  Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Diserahkan Wabup Dharmasraya Ke Masjid Nurul Huda Nagari Sungai Kambut

Menurutnya, konteks seperti penanganan galodo, alokasi anggaran pemulihan, hingga kebijakan pembangunan yang menyasar masyarakat di tingkat grass root merupakan fakta yang tidak boleh diabaikan dalam membaca relasi pusat dan daerah.

Lebih jauh, ia menilai bahwa kaum terpelajar harus mampu menjadi jembatan antara realitas sosial dan kajian ilmiah. Pemikiran yang jernih dan argumentatif diperlukan agar kritik dapat mendorong perbaikan, bukan sekadar memperkeruh suasana.

PW IPM Sumbar mendorong agar ruang kampus tetap menjadi ekosistem dialektika yang sehat. “Perbedaan pandangan itu wajar, tapi marwah akademik tidak boleh dikorbankan. Kritik keras boleh, tetapi akan lebih bermakna jika kritik disampaikan dengan adab dan berbasis pengetahuan,” kata Sailendra.

Baca Juga :  Sapi Kurban Bantuan Presiden Disembelih Masyarakat Simpati Pasaman

Menutup pernyataannya, ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya vokal, tetapi juga visioner. “Saat daerah sedang berusaha bangkit dari bencana, kita butuh energi kolektif. Mahasiswa dan kaum terpelajar harus hadir sebagai penggerak perubahan, bukan sekadar penggemar polemik,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026
Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage
Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia
Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI
Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Diserahkan Wabup Dharmasraya Ke Masjid Nurul Huda Nagari Sungai Kambut
Rugi Ratusan Juta Korban Kebakaran Pasaman Dibantu Pemkab
Laporan Keuangan 2025 Rapi dan Profesional Pasaman Raih WTP ke-13 Kali
Wakil Wali Kota Maigus Nasir Saksikan Penyembelihan Sapi Kurban 964 Kg dari Presiden Prabowo di Padang

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:24 WIB

Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:56 WIB

Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:43 WIB

Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:25 WIB

Rugi Ratusan Juta Korban Kebakaran Pasaman Dibantu Pemkab

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Bola

Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB