Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

Ketua Asita : Sumbar Kurang Promosi di Singapura


Padang, Prokabar – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berharap rute penerbangan Padang-Singapura yang dilayani maskapai Air Asia tidak ditutup karena akan merugikan pariwisata daerah.

“Kita akan coba lobi agar tidak ditutup, tetapi frekuensinya saja yang dikurangi menjadi tiga kali seminggu,” kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Jumat.

Ia mengatakan itu terkait wacana penutupan rute penerbangan oleh maskapai Air Asia pada 17 Mei 2018.

Baca Juga :  Ratusan Orang Berfoto di Masjid Raya Sumbar. Kenapa?

Pemprov Sumbar mengagendakan pertemuan dengan pihak maskapai pada 15 Mei 2018, diantaranya membicarakan dukungan promosi di Singapura.

Promosi itu diharapkan bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke Sumbar menggunakan maskapai Air Asia.

Dengan demikian keterisian tempat duduk di pesawat (load factor) bisa ditingkatkan dan rute itu tidak perlu ditutup.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan kemungkinan penutupan rute itu memang karena load factor yang hanya mencapai 30 persen, bahkan kurang.

Secara bisnis hal itu tidak menguntungkan bagi maskapai sehingga wajar jika ada opsi untuk menutup rutenya.

Baca Juga :  Menhub Imbau Pemudik Kembali Sebelum Atau Sesudah 19-20 Juni

Ketua Asosiasi Pengusaha Tour Travel (ASITA) Sumbar Ian Hanafiah menyebutkan rute tersebut harusnya sangat potensial untuk menarik wisatawan pecinta surfing untuk langsung datang ke Sumbar melalui Singapura, tidak perlu memutar ke Jakarta seperti biasa.

Namun kurangnya promosi menyebabkan wisatawan di Singapura tidak mengetahui adanya rute penerbangan itu dan tidak memanfaatkannya.

Menurutnya penutupan rute itu akan berpengaruh buruk terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar. (*/upk)

Berani Komen Itu Baik

To Top