Ketika Noel Kembali ke Titik Nol

Penulis -

Senin, 25 Agustus 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oleh: Januardi, SS, MsI*

SEMBILAN tahun yang lalu dia masih wara wiri di jalanan kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, menunggu orderan dan mengantar penumpang. Saat itu dia memang cuma seorang pengemudi ojol.

Kehidupan keras jalanan membuka matanya tentang ketidakadilan dan ketimpangan yang terpampang secara gamblang. Maka dia bertekad memperbaiki itu suatu hari nanti. tekad itu jadi batu pijakan menuju lingkar kekuasaan, tempat di mana kewenangan berbentuk pedang tajam biasa dibagi bagi, hingga akhirnya dia mendapatkan salah satu pedang itu.

Lalu hidupnya melesat cepat bak ‘shooting star’, kisah yang mungkin hanya ada dalam dongeng atau sinetron murahan tapi dia alami sendiri. Masuk ke ring 1 kekuasaan negara besar ini, menduduki jabatan tak terbayangkan oleh rekan-rekannya sesama ojol. mulai dari komisaris anak perusahaan BUMN hingga terus ke puncak sebagai Wakil Menteri.

Rekeningnya yang dulu pas pasan hasil ngojek kini berkembang jadi belasan milyar. Kekuasaan yang besar beserta privilege yang menyertainya mulai membuatnya larut, dia berubah nakal dan gelap mata melihat harta dan pesona kehidupan yang terpermanai didepannya. Pelan-pelan idealismenya terkubur berganti hipokrasi yang tercermin dari bualan bualan kosong dan tindak tanduk lebaynya yang mesti selalu diikuti sorot kamera.

Kebutuhan akan layanan premium, gengsi setinggi langit yang mesti dipenuhi dan haus validasi selaku pejabat tinggi membuat gaya hidupnya berubah. Tunggangannya yang dulu cuma motor butut sekarang berubah jadi Ducati mewah tidak terdaftar tanpa surat surat.

Tunggangan premium seharga hampir 200 juta yang teknologinya sama dengan yang dipakai Marc Marquez di MotoGP. Mobil-mobil mewah yang dulu cuma jadi mimpi manis sebelum tidur, sekarang berbaris rapi di garasinya. Bagimana dia mendapatkannya secepat itu, ragu kita, cuma dia yang tau!

Tapi, semesta punya aturan main sendiri. cerita indah mirip dongeng seharusnya memang cuma di ranah fiksi, bukan di dunia nyata. di dunia nyata ada istilah “Easy Come Easy Go”.. mudah mendapatkannya, akan mudah pula habisnya..

Orang kampung saya mengatakan “Dapek di rimbo, ilang di samak”… semua yang didapat bak menang lotre akan segera menguap sekejap mata.

Maka, dia pun terjungkal dengan sangat tragis. langsung dari puncak tertinggi nyungsep ke dalam comberan. coba berdiri sambil cengengesan berharap amnesti, tapi yang didapatknya cuma amukan dan kemurkaan penguasa, dia dipecat hari itu juga, hartanya disita, kawan-kawannya menghindar seolah tak kenal.

Hidupnya bak kembang api, terang berpijar dan indah dilihat namun cuma keindahan sesaat. hari ini pria malang itu pun berjalan sendiri menapaki hari hari yang pahit ke depan.

Demikian sekelumit kisah Noel yang kembali ke titik Nol.

*) Penulis adalah Kabid Litbang Bappeda Kota Padang Panjang yang menikmati setiap goresan penanya

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
IKHLAS itu MUDAH
Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional
Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak
Munajat Cinta di Sepenggal Tanah Surga
Muktamar NU ke-35, Menentukan Arah Khidmah NU dan Masa Depan Umat
Di Tanah Kelahiran, Harapan Kami Menggantung di Ujung Pena Regulasi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Minggu, 13 September 2026 - 05:44 WIB

IKHLAS itu MUDAH

Rabu, 2 September 2026 - 13:57 WIB

Menata Ulang Lanskap Kebijakan Kesejahteraan: Dari Ilusi Desil Menuju Taksonomi Pendapatan Berbasis Keadilan Konstitusional

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Berbasis Potensi, Minat dan Bakat Anak

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB