Jakarta, Prokabar – The World Conference on Creative Economy (WCCE), konferensi ekonomi pertama di dunia akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali pada 6 – 8 November mendatang.
Acara yang diprakarsai Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri ini akan melibatkan berbagai lini termasuk industri musik Indonesia. Sebagai perwakilan dari musisi, Abdee Negara (gitaris Slank) berbicara tentang ekonomi kreatif di acara preskon WCCE di Kaum Jakarta di Jalan Dr Kusuma Atmaja, Jakarta Pusat.

“Gini ekonomi dan industri kreatif kita saling berkaitan. Misalnya musik-musik itu dipakai hampir semua sub sektor ekonomi kreatif. Jadi penting sekali buat pelaku musik untuk hadir dan belajar dari berbagai kalangan yang akan datang. Sehingga kita tahu, industri musik itu arahnya ke mana,” jelas Abdee.
Abdee juga mengatakan sebagai pelaku industri musik harus mengikuti perkembangan zaman yang ada. “Di era sekarang di mana antara pelaku dari saat membuat ide atau berkreasi itu bisa bertemu langsung dengan user-nya, yaitu penikmat musiknya atau industri kreatif yang lain gitu,” katanya.
Selain itu, Abdee pun mewakili teman-teman Slank telah lama menjadi pelaku ekonomi kreatif. Dimulai dari penjualan aksesoris Slank, kopi seduh dan produk sepatu. “Slank sendiri kita sekarang melakukan transformasi, mencoba melakukan transformasi dari sebuah band menjadi sebuah brand,” ujarnya.

Menurut dia, kini Slank bukan sekadar sebuah band, melainkan sebuah brand. Itu terjadi ketika Slank dilihat dan menjadi perhatian masyarakat luas. “Misalnya sepatu ini, lalu kita buat kopi Slank. Jadi itu kan semua bagian dari industri kreatif. Itu yang kita sedang lakukan sekarang,” lanjutnya. (beb)
















