Tanah Datar, Prokabar – Minggu pagi, Mak Itam pedagang minuman di salah satu sudut lapangan Cindua Mato Batusangkar, kaget saat kedai kopi miliknya dikunjungi tokoh nasional, Mahfud MD.
Seperti biasa Mak Itam pada pagi tersebut selaku beres-beres di warung miliknya untuk persiapan untuk berdagang minuman. Selang beberapa saat, kedainya dikunjungi beberapa orang yang ingin minum kopi.
Sembari membuat kopi yang dipesan, Mak Itam mengaku tidak mengetahui siapa tamu yang memesan kopi tersebut. Setelah beberapa lama tamu menikmati kopi, sambil bercerita, Mak Itam baru teringat jika yang minum kopi dikedainya tersebut adalah tokoh nasional Mahfud MD yang sering dia lihat di televisi.
Karena gugup meladeni tokoh nasional Mak Itam melihat salah seorang yang berpakaian batik tepat di depan kedai miliknya, lalu ia panggil dan minta bantu melayani pak Mahfud MD bersama rekan-rekan pakar hukum tata negara dari Jakarta tersebut.
“Bantu ambo pak, ado pak Mahfud jo kawan-kawannyo dari Jakarta, minum kopi di kadai ambo,” ucapnya dengan bahasa Minang yang kental. (“Bantu saya pak, ada pak Mahfud dengan teman-temannya dari Jakarta minum kopi di warung saya.)
Ternyata orang tersebut yang bernama Masrizal merupakan salah seorang ASN di bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Datar.
Mak Itam merasa senang ditemani Masrizal dan ikut duduk bersama orang yang pernah menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi di Republik Indonesia itu.
Kepada prokabar.com Masrizal menuturkan jika Mahfud MD merupakan pribadi yang sederhana.
“Sembari minum kopi pak Mahfud puji masyarakat Tanah Datar yang ramah, pesona alamnya juga indah, kulinernya pun enak,” ucapnya.
Dia juga mengatakan jika pak Mahfud memang berada di Kota Batusangkar selama beberapa hari dan menginap di hotel Emersia Batusangkar dalam acara Konferensi Nasional ke-5 Hukum Tata Negara yang dilaksanakan dari tanggal 9-12 November dan diprakarsai Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang.
“Selama berada di Batusangkar pak Mahfud bersama peserta konferensi juga akan mengunjungi objek-objek wisata Tanah Datar seperti Istano Basa Pagaruyung, Nagari Tuo Pariangan, Pasar Van der Capellen dan beberapa objek wisata lainnya serta akan dijamu makan siang oleh Pemkab. Tanah Datar,” terang Masrizal.
KNHTN ke-5 ini diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri dari pakar hukum tata negara, akademisi, penggiat masyarakat sipil, peneliti, perwakilan lembaga pemerintah dan non pemerintah dalam dan luar negeri, mahasiswa dan unsur lainnya.
Kegiatan itu turut difasilitasi Kementerian Hukum dan HAM RI, Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu), Tahir Foundation, International Foundation for Electoral Systems (IFES), Hanns Seidel Foundation (HSF), Pemkab. Tanah Datar.(eym)
















