Ketika Kucing Langka Itu Tidak Bisa Diselamatkan

Penulis -

Jumat, 19 Juni 2020 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Kucing emas yang ditemukan di Kamang Magek, beberapa waktu lalu, akhirnya mati. Kematian itu menyedihkan, apalagi satwa yang super langka.

Kucing itu sebelumnya dievakuasi oleh BKSDA ke Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi. Disana, baru dirawat selama 2 hari.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Diperkirakan kucing itu mati, karena bakteri dan infeksi dari kaki yang terjerat. Menurut BKSDA kucing itu sudah masuk jerat babi warga selama 10 jam, sebelum dievakuasi.

Kucing emas Asia atau Catopuma temminckii masuk dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List yang berisi status spesies-spesies di dunia. Kucing emas Asia berstatus hampir terancam punah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Jenis kucing yang masih satu keluarga dengan harimau ini, di Indonesia hidup di Pulau Sumatera. Kucing emas habitatnya berada di pohon pohon, sehingga sulit untuk dilakukan pengamatan tingkah lakunya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Tidak diketahui jumlah hewan ini yang masih tersisa. Namun dipastikan kucing emas nyaris punah, karena perburuan dan hutan yang rusak.(laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB