Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Ketika Kain Sarung Jadi Masker

Dibaca : 274

Padang, Prokabar – Ketika musim susah masker sekarang, saya tetiba ingat masa lalu di desa. Dengan gampang kami anak-anak Payakumbuh, membuat masker sekaligus menyelimuti sekujur tubuh dengan kain sarung. Ingin saya sekarang memakai hal itu lalu naik motor keliling kota. Tidak. Ini hanya sekadar membawa ke masa lampau, kala anak-anak ke surau dulu. Kain sarung adalah pamenan kami, mau diapakan saja, kami bisa.

Kain sarung, adalah kain serba guna. Saat mengaji dan shalat, kain itu jadi penutup aurat. Kala dingin, bisa jadi selimut, jika panas, untuk menutup kepala. Saat tertentu bisa membawa barang belanja. Entah siapa penemu kain sarung, kita patut berterima kasih.

Soal kain sarung, dulu bagi kami anak anak di kampung adalah identitas. Melihat bentuk dan warna, kami sudah tahu siapa yang punya. Termasuk sarung yang sudah pudar dan jahitannya mulai longgar. Kalau soal bau, jangan ditanya lagi, bercampur campur. Begitulah, sarung itu menjadi baju bagi kami.

Sarung sempat jadi polemik, ketika Wakil Presiden KH Maaruf Amin, kemana mana menggunakan sarung. Padahal dulu, H. Agus Salim keliling dunia menggunakan kain sarung. Begitupun dengan Buya Hamka. Mereka pede dengan pakaian itu.
Nah kalau pilkada, kain sarung disadang-sandang saja, itupun di foto baliho.

Ayo siapa bisa buat masker dari kain sarung. (laf)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top