Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Peristiwa

Keterlibatan Orang Awak Dalam Aksi Teror, Buktikan Lemahnya Kontrol Masyarakat


Pariaman, Prokabar – Adanya orang awak (orang Minang) yang terlibat aksi teror perlu mendapat perhatian serius bagi seluruh lapisan masyarakat Minangkabau, baik yang ada di kampung, maupun di rantau. Peran kelurga dan nimik mamak, dan tokoh masyarakat perlu ditingkatkan sebagai kontro sosial, agar tidak terjadi krisis moral dan budaya yang selama ini dikenal sangat melekat kuat di dalam diri anak Minangkabau.

Kapten Arh. Wendra (Pasi Teritorial Kodim 0308 Pariaman) dalam Pembinaan Wawasan Kebangsaan kepada puluhan pelajar di Kabupaten Padang Pariaman memaparkan, bahwa lemahnya aspek ekonomi dan pendidikan menyebabkan terjadinya degradasi moral dan nilai-nilai budaya masyarakat saat ini.

Baca Juga :  Pulang Kampung, Perantau Tungkar Disambut Siriah Carano

Selain itu pengaruh aspek ekonomi, pendidikan, politik, sosial dan budaya masyarakat juga menjadi pemicu.

“Masyarakat terutama seluruh komponen masyarakat bertanggungjawab dalam pembinaan dan kontrol sosial. Terutama pembinaan kepada Generasi Muda” tutur Kapten Arh. Wendra saat menjadi pemateri Pembinaan Wawasan Kebangsaan kepada puluhan pelajar SMA Se-Padang Pariaman di Hall Saiyo Sakato, Kota Pariaman (14/5).

Sementara itu Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Padang Pariaman, Hasan Basri dari sisi sosial budaya, khususnya di Ranah Minang, kontrol sosial, dahulunya sangat kental dan baik dilakukan oleh Orang tua, Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat.

Baca Juga :  H+2 Lebaran, Padang - Padangpanjang Lanjar Jaya

Mereka (seluruh lapisan masyarakat) sama-sama bertanggungjawab dalam mengkontrol dan menegur anak-anak atau kemenakannya. Apalagi melakukan sesuatu kesalahan atau penyimpangan.

“Masyarakat Minang kental dengan budaya merantau. Tapi budaya merantau dahulunya, jauh berbeda dengan saat ini. Dahulu, pemuda-pemudi yang merantau akan dibekali penguatan karakter berupa doktrin nilai-nilai filosofi budaya. Pembinaan konsep ABS, SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah) ke generasi muda yang dibentuk di Surau. Setiap permainan anak nagari seperti silat tradisional, terdapat nilai-nilai Agama Islam, sehingga Karakter Budaya Minang dan Islam dahulunya sangat kental. Termasuk di Padang Pariaman” kata Hasan.

Baca Juga :  Meksiko Permalukan Juara Bertahan, Jerman

Seiring zaman dan kemajuan teknologi. Apalagi kondisi lemahnya ekonomi, ditambah konsep pendidikan lebih mengutamakan pelajaran sains ketimbang moral dan agama, memperlengkap degradasi moral generasi bangsa lanjut Kakan Kesbangpol Padang Pariaman tersebut.

Adanya aksi teroris yang melibatkan Urang Awak (Orang Minang), merupakan salah satu contoh lemahnya kontrol sosial dewasa ini. Untuk itu, peranan dan fungsi seluruh lapisan masyarakat termasuk sesama OPD di Pemerintahan Daerah harus fokus dalam pembinaan dan pembentukan karakter generasi, sesuai Keyakinan Agama dan Budaya Bangsa Indonesia. (rud)

Berani Komen Itu Baik


To Top