Peristiwa

Keterlibatan Orang Awak Dalam Aksi Teror, Buktikan Lemahnya Kontrol Masyarakat

Pariaman, Prokabar – Adanya orang awak (orang Minang) yang terlibat aksi teror perlu mendapat perhatian serius bagi seluruh lapisan masyarakat Minangkabau, baik yang ada di kampung, maupun di rantau. Peran kelurga dan nimik mamak, dan tokoh masyarakat perlu ditingkatkan sebagai kontro sosial, agar tidak terjadi krisis moral dan budaya yang selama ini dikenal sangat melekat kuat di dalam diri anak Minangkabau.

Kapten Arh. Wendra (Pasi Teritorial Kodim 0308 Pariaman) dalam Pembinaan Wawasan Kebangsaan kepada puluhan pelajar di Kabupaten Padang Pariaman memaparkan, bahwa lemahnya aspek ekonomi dan pendidikan menyebabkan terjadinya degradasi moral dan nilai-nilai budaya masyarakat saat ini.

Selain itu pengaruh aspek ekonomi, pendidikan, politik, sosial dan budaya masyarakat juga menjadi pemicu.

“Masyarakat terutama seluruh komponen masyarakat bertanggungjawab dalam pembinaan dan kontrol sosial. Terutama pembinaan kepada Generasi Muda” tutur Kapten Arh. Wendra saat menjadi pemateri Pembinaan Wawasan Kebangsaan kepada puluhan pelajar SMA Se-Padang Pariaman di Hall Saiyo Sakato, Kota Pariaman (14/5).

Sementara itu Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Padang Pariaman, Hasan Basri dari sisi sosial budaya, khususnya di Ranah Minang, kontrol sosial, dahulunya sangat kental dan baik dilakukan oleh Orang tua, Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat.

Mereka (seluruh lapisan masyarakat) sama-sama bertanggungjawab dalam mengkontrol dan menegur anak-anak atau kemenakannya. Apalagi melakukan sesuatu kesalahan atau penyimpangan.

“Masyarakat Minang kental dengan budaya merantau. Tapi budaya merantau dahulunya, jauh berbeda dengan saat ini. Dahulu, pemuda-pemudi yang merantau akan dibekali penguatan karakter berupa doktrin nilai-nilai filosofi budaya. Pembinaan konsep ABS, SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah) ke generasi muda yang dibentuk di Surau. Setiap permainan anak nagari seperti silat tradisional, terdapat nilai-nilai Agama Islam, sehingga Karakter Budaya Minang dan Islam dahulunya sangat kental. Termasuk di Padang Pariaman” kata Hasan.

Seiring zaman dan kemajuan teknologi. Apalagi kondisi lemahnya ekonomi, ditambah konsep pendidikan lebih mengutamakan pelajaran sains ketimbang moral dan agama, memperlengkap degradasi moral generasi bangsa lanjut Kakan Kesbangpol Padang Pariaman tersebut.

Adanya aksi teroris yang melibatkan Urang Awak (Orang Minang), merupakan salah satu contoh lemahnya kontrol sosial dewasa ini. Untuk itu, peranan dan fungsi seluruh lapisan masyarakat termasuk sesama OPD di Pemerintahan Daerah harus fokus dalam pembinaan dan pembentukan karakter generasi, sesuai Keyakinan Agama dan Budaya Bangsa Indonesia. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top