Kriminal

Ketemu Langsung Si Pengancam Istri dan Anaknya Dibunuh, Eza Gionino Tahan Emosi

Foto Beb - Qori yang sempat mengancam membunuh anak dan istri Eza Gionino menangis minta maaf

Jakarta, Prokabar — Aktor Eza Gionino tak kuasa menyembunyikan raut amarahnya ketika tiba di kantor pengacara Henry Indraguna & Partner di The Belezza Tower, Jalan Arteri Permata Hijau, Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

Melihat emosi Eza yang tak tertahan, pengacara Henry mencoba menenangkan kliennya. “Memang ini sudah keterlaluan. Bawa-bawa anak istri saya mau dibunuh dan disantet, kenapa harus begitu,” geram Eza seraya ditenangkan oleh pengacaranya.

Hari ini, Eza bertemu langsung dengan seseorang yang telah mengganggu ketenangan keluarganya. Ya, istri dan anak Eza diancam dibunuh oleh pria bernama Supiandy alias Qori Supiandy.

Masalah ini bermula ketika Eza membeli seekor ikan Arwana seharga Rp 12 juta pada Qori, Oktober lalu. Namun apa yang diharapkan Eza ternyata ikan yang dikirim dalam keadaan cacat.

“Ikannya tidak sesuai dengan video yang dikirimkan. Keadaannya cacat, saya nggak terima dan minta pertanggungjawaban. Tapi singkat cerita, dia malah marah-marah bahkan mengancam anak istri saya,” geram Eza.

Tidak hanya mengancam lewat pesan di media WhatsApp, Eza juga diteror melalui video call. “Terus terang ini sangat berdampak pada psikologi istri saya yang ketakutan. Mau pergi ke luar rumah juga takut. Tapi saya orang Islam tidak takut dengan yang namanya santet,” ujar Eza menambahkan.

Puncak amarah Eza pun tak terbendung ketika foto istri dan anaknya dilingkari Qori dengan maksud target untuk dihabisi nyanyanya. Kemarahan Eza pun mulai tak terkendali dan memilih melaporkan pengancaman ini ke Polres Bogor.

“Saya lebih baik melawan orang daripada harus melawan emosi diri sendiri. Susah, makanya sedari tadi saya istighfar takut emosi melihat orang itu (Qori),” ucap Eza mencoba menenangkan dirinya.

Benar saja ketika dipertemukan dengan Qori, Eza harus ditahan oleh pendampingnya. Meski Qori memeluk, menangis dan minta maaf, Eza terlihat gemetaran menahan emosi.

“Nggak pantes lu nangis-nangis. Gue yang aktor kenapa lu yang akting. Kemarin aja sok jagoan, minta jadi DPO sekarang malah nangis. Gue kabulin kemauan lu, pengen viral dan terkenal kan?,” bentak Eza.

Emosi Eza tersulut, Henry pun kembali menjadi penengah. Ia meminta penjelasan pada Qori mengapa ia tega mengancam istri dan anak Eza.

“Sekarang kamu jelaskan kenapa kok seperti itu?. Kasihankan anak istri Eza yang nggak tau apa-apa kok diancam mau dibunuh?,” tanya Henry.

“Maafkan saya, saya nggak ada maksud begitu. Itu kata-kata spontan karena saya sedang tertekan karena keadaan. Saya mohon maaf saya nggak akan mengulanginya,” pinta Qori sambil menangis.

Meski mediasi berujung damai, namun Eza melalui penguasa hukumnya tetap membawa kasus pengancaman ini ke ranah hukum.

“Laporan sudah masuk dan sedang berjalan. Eza sudah memaafkan, namun proses hukum terus berjalan ya,” ujar Henry.

Pengancaman yang dilakukan Qori melanggar Pasal 45 ayat (4) dan atau Pasal 45 b UU RI no.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU no.11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 335 KUHP.

“Hukumannya enam tahun penjara,” pungkas Henry. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top