Lubuk Basung, Prokabar.com – Bencana Banjir Bandang melanda Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, 26 November 2025 lalu, berdampak buruk pada pasokan makanan, terutama asupan gizi pada daging dan ikan pada korban bencana. Kelangkaan ikan merosot tajam sehubungan pasar atau balai masyarakat rusak total.
Agar kebutuhan itu dapat terpenuhi, Jajaran Kesbangpol Agam berinisiatif menfasilitasinya agar kebutuhan pokok itu dapat terpenuhi. Melakukan sejumlah langkah agar masalah itu dapat mendapat solusi.
Kepala Badan Kesbangpol Agam, Bambang Warsito mengatakan, antisipasi dini terhadap kesehatan dan gizi pada korban bencana terdeteksi setelah melakukan observasi ke lokasi pasca bencana. “Kebutuhan ikan sebagai sumber makanan minim pada korban banjir bandang di Malalak, maka sangat perlu untuk kita inisiatif membantu mencarikan solusi,” ungkapnya.

Setelah berkomunikasi dengan Walinagari Bayua, Hadi Fajri dan masyarakat Maninjau, kebutuhan ikan dapat terpenuhi. “Awalnya kita targetkan 100 kg ikan nila dari Danau Maninjau, sehubungan kondisi danau bagus pasca bencana tubo. Namun karena situasi, dapat ikan basah sebanyak 55 kg dan ikan nila siap saji atau siap goreng sebanyak 50 bungkus.” terang Bambang Warsito.
Untuk ikan basah lanjutnya, dapat ikan nila dari daerah Linggai Park, Nagari Duo Koto sebanyak 35 kg. Dan 20 kg dari masyarakat Nagari Maninjau. Ikan basah dan ikan siap goreng ini langsung sampai ke Kantor Kesbangpol Kabupaten Agam di Komplek Kantor Bupati Agam untuk menitipkannya ke Kantor Kecamatan Malalak sebagai penyalur nantinya.
Bambang mengatakan, cukup salut dengan Walinagari Bayua, Hadi Fajri. Pasalnya, pihaknya berencana akan membelikan ikan nila itu. Namun dengan spontan, pihak masyarakat Bayur yang juga tertimpa musibah sangat bersedia menginfakannya untuk masyarakat Malakak. Berhubungan ikan nila pada saat ini sangat mudah didapatkan dari Danau Maninjau.
“Korban bencana bantu Masyaraka korban bencana. Salut untuk masyarakat Bayur dan Walinagarinya,” tutur Bambang.
Pihaknya sangat apresiasi Walinagari Bayua dan masyarakat Maninjau. Meski tertimpa musibah namun masih bisa bantu orang lain. Sehubungan potensi yang ada cukup mampu untuk membantu orang lain.
“Semoga partisipasi ini dapat meringankan beban korban maupun masyarakat terdampak bencana banjir bandang di Malalak Timur,” pungkasnya. (rud)
















