Padang, Prokabar — Capaian pelaksanaan inspeksi visual asetat (IVA) Test pada kaum ibu dan wanita pada pasangan usia subur baru mencapai 18 persen atau 6,966 wanita dari 30.203 yang ditargetkan.
Hal tersebut dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani dalam kegiatan desiminasi informasi di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (16/1).
“Rendahnya angka IVA Test karena juga faktor budaya kita yang tidak terbuka. Dan juga karena beranggapan tidak masuk kriteria dan beranggapan sehat-sehat saja. Padahal IVA Test ini penting karena kanker serviks dapat dicegah sedini mungkin,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan dari 18 persen capian sebanyak 5 persen atau 349 postif terdektesi IVA Test. “Bagi yang ternyata positif telah kita lakukan tindakan selanjutnya yaitu mengikuti krioterapi. Hasil tes IVA positif bukan berarti (positif) kanker, tapi itu tandanya ‘sebelum jadi kanker.’ Masih ‘calon kanker,” jelasnya.
Saat ini untuk wilayah kota Padang, kecamatan Padang Barat melalui Puskesmas Padang Pasir berhasil mendorong kaum ibu untuk melakukan IVA Test, hal tersebut dilihat dari pencapaian tahun lalu sebesar 138 persen atau sebesar 2.823 dari target semula sebanyak 2.043.
“Puskesmas Padang Pasir saat ini akan mewakili kota Padang untuk penilaian IVA Test tingkat nasional.“ terangnya
Dirinya mengungkapkan, kanker tidak mungkin muncul secara tiba-tiba, tetapi melalui proses yang panjang. Sering kali pasien tidak sadar terkena kanker serviks jika tidak menimbulkan gejala.
Untuk itu, para wanita harusnya rutin melakukan deteksi dini. Apalagi, kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita wanita setelah kanker payudara. Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Saat ini pun sudah tersedia vaksin HPV.
Jika kanker terdeteksi lebih awal, maka penyembuhannya lebih mudah dan tidak perlu biaya tinggi. Lebih dari itu, sangat penting melakukan pencegahan dengan menerapkap pola hidup bersih dan sehat.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang, Harneli Bahar pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran kaum ibu tentang pentingnya menjaga dan mencegah kanker serviks.
“Karena seperti yang kita tau penyebab kematian pada wanita nomor dua terbanyak adalah kanker leher rahim dan yang pertama payudara. Karena itu lah menjadi penting, karena ini bisa dideteksi dari sedini mungkin” ungkapnya.
Pihaknya juga telah menyampaikan ke Walikota Padang terkait hal tersebut. “Kita telah sampaikan kepada walikota
agar memberikan instruksi kepada dinas-dinas untuk meminta pegawai wanita usia 30 hingga 50 yang telah menikah melaksanakan IVA Test” ungkapnya. (hdp)
















