Opini

Kesabaran dan Istiqomah Menggapai Titel Takwa di Bulan Ramadan

Oleh : Ustadz Zarmon Malin Rajo Mudo, S.Thi, MA

(Da’i Muda Sumbar)

 

Kedatangan bulan Ramadan selalu disambut dengan antusias. Banyak sekali amalan-amalan yang dapat dilakukan seorang muslim pada bulan Ramadan ini.

Akan sangat merugi seorang muslim bila tidak memanfaatkan datangnya bulan Ramadan ini dengan memperbanyak amalannya.

Ramadan adalah bulan yang sangat utama, bulan penghulu segala bulan, Hadis Nabi, Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadan, dan hari yang utama adalah hari Jumat.

Selanjutnya Nabi bersabda, Ramadan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian.

Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), dan dia kabulkan doa, pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah.
Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt. (Riwayat Ath-Thabrani)

Bulan Ramadan adalah bulan yang mulia. Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadan adalah melalui sedekah.

Agama Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah. Dan di bulan Ramadan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan, bahkan Rasulullah sendiri memberi contoh kepada umat Islam untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah.

Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah , sebagaimana hadits Nabi:

‏إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk,” (HR. Al Baihaqi, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami, 1744)

Dari hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa pelit dan bakhil adalah akhlak yang buruk dan bukanlah akhlak seorang mukmin sejati.

Begitu juga, sifat suka meminta-minta, bukanlah ciri seorang mukmin. Justru sebaliknya, seorang mukmin itu banyak memberi yang mendapatkan maafan di dunia apalagi di akhirat kelak.

Selain melaksanakan ibadah puasa yang merupakan kewajiban di bulan Ramadan, shalat lima waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, ada juga beberapa amalan utama yang semestinya kita tunaikan untuk mendapatkan kebaikan dan kemuliaan.

Menghiasi malam Ramadan dengan shalat tarawih. Shalat malam pada bulan Ramadhan dapat menyebabkan diampuninya dosa-dosa terdahulu, juga memiliki kenikmatan dan keceriaan.

Dari Abu Hurairah ra berkata, sesungguhnya Rasulullah menganjurkan shalat malam pada bulan Ramadan tanpa mewajibkannya kemudian beliau bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berdiri melaksanakan shalat di bulan ramadan dengan iman dan mengharapkan pahala disisi Allah maka akan diampuni dosanya yang telah lampau. (HR. Bukhari Nomoy 37 dan Muslim Nomor 759).

Mengakhirkan makan sahur dan segera berbuka. Makan sahur adalah merupakan salah satu sunnah dari sunnah-sunnah yang dilakukan bagi orang yang berpuasa dan kemuliaan bagi ummat Islam. Sebagaimana dalam satu riwayat disebutkan

“Bersahurlah karena pada sahur itu terdapat berkah, (HR. Bukahri dan Muslim).

Memperbanyak bersedekah. Memperbanyak bersedekah dibulan Ramadan adalah merupakan amalan yang utama juga. Dimana Rasulullah mengajarkan kita untuk memperbanyak bersedekah dibulan ini.

Rasulullah adalah orang yang sangat dermawan dan beliau lebih dermawan lagi terutama di bulan Ramadan. Dalam satu riwayat disebutkan.

Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dibulan Ramadhan, (HR. Tirmidzi).

Berusaha bersungguh-sungguh untuk meraih malam lailatul Qadr. Allah menamainya malam Lailatul Qadr karena keagungan nilainya dan ketinggian kedudukannya disisi Allah, juga karena banyaknya ampunan bagi dosa-dosa dan tertutupinya aib pada malam itu.

Olehnya malam itu merupakan malam ampunan, sebagaimana disebutkan dari hadits Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah bersabda

“Barang siapa melakukan qiyamul lail pada malam Lailatul Qadr atas dasar keimanan dan penuh berharap kepada Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (HR Bukhari dan Muslim).

Memperbanyak dzikir, do’a dan istighfar. Memperbanyak doa dan istighfar disaat berpuasa, sebagaimana disebutkan

“Sesungguhnya doa orang yang puasa pada saat buka tidak tertolak, (HR. Hakim)

Demikian pula dalam riwayat yang lain disebutkan

“Tiga golongan yang tidak tertolak doanya. Imam yang adil, orang yang berpuasa sampai berbuka dan orang yang dianiaya,(HR. Baihaqi).

Bulan Ramadan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka.

“Apabila masuk bulan Ramadhan dibuka pintu rahmat (kasih sayang) dan ditutup pintu jahanam dan setan-setan dibelenggu, (Hadis riwayat Ahmad).

Oleh karena itu mari kita mendirikan bulan Ramadan dengan segala amaliah penuh keimanan dan ikhlas mencari ridho Allah. Jangan kita lewatkan momentum bulan yang penuh hikmah ini serta sangat penuh rahmat, berkah, pahala dan ampunan.

Mari kita lewati bulan yang indah ini dengan kesabaran dan keistiqomahan di jalan Allah. jangan sampai bulan yang suci ini kita nodai, sesungguhnya orang yang tidak mendapat berkah bulan ramadhan adalah orang yang merugi,(*)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top