Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kerusuhan Wamena Bukan Rasialisme, Shofwan Karim : Masyarakat Jangan Terpancing 

Dibaca : 329

Padang, Prokabar -Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhamadiyah Sumbar Shofwan Karim mengaku prihatin dengan kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua yang memakan korban khususnya warga Sumatera Barat.

Namun begitu, dia mengimbau masyarakat Sumbar tidak terprovokasi dan terpancing untuk mengambil tindakan balasan yang akan menambah luka baru.

“Masyarakat jangan mengambil kesimpulan dangkal dari persoalan itu hanya dari melihat dan membaca di media sosial. Lalu membuat aksi dan respon yang justru akan membuat perpecahan,” katanya, Rabu (2/10).

Nasrul Abit Indra Catri

Menurutnya, atas kerusuhan yang terjadi itu, masyarakat jangan menilai hal dengan isu rasialisme atau pergesekan antar suku dan ras. “Yang jadi korban bukan hanya orang Minang, tapi juga dari daerah lain. Tapi jangan diperluas menjadi isu rasialisme,” ujarnya.

Dia mengimbau, masyarakat mempercayakan kepada aparat TNI, Polri dan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di Wamena tersebut.

Sementara kepada masyarakat, dalam menyikapi persoalan itu, sebaiknya kita bergerak dengan memberi sentuhan rohani dan keagamaan dengan memberi bantuan kepada korban dan perantau yang masih berada di Wamena.

“Sudah banyak yang bergerak membantu, ada banyak lembaga, bahkan Pemprov Sumbar pun sudah menggalang dana untuk pemulangan perantau. Kita bergerak saja dengan turut menyumbang sehingga saudara-saudara kita yang ingin pulang bisa dipulangkan,” ulasnya.

Selain itu, dia juga mengimbau agar para tokoh untuk turut mendinginkan suasana sehingga masyarakat pun kembali tenang. “Jangan malah turut memprofokasi dengan kata-kata yang kurang baik,” pungkasnya.(mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top