Kerugian Petani KJA Capai Rp1,5 Miliar, Ratusan Ton Kematian Ikan

Penulis -

Rabu, 28 April 2021 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Agus (40) Petani Keramba Jaring Apung di Tampuniak, Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyebutkan, kematian ikan secara mendadak itu mencapai ratusan ton ikan siap panen.

Kejadian berlangsung sejak Sabtu sore (24/4) sampai dengan Senin (26/4) malam. Hal itu disampaikan kepada Prokabar.com, Rabu (28/4).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menjelaskan, sebelum di Tampuniak ini, di Galapuang juga sempat terjadi kematian ikan pada Kamis (22/4) lalu. Namun tidak terlalu banyak. Tapi kali ini 80 persen petani KJA di Tampuniak dengan jumlah ratusan petak KJA mengalami kematian ikan.

“Kondisi air beberapa bulan ini mengalami kondisi buruk. Menyebabkan kadar oksigen dalam air sangat buruk. Dan memicu kematian ikan dalam keramba jaring apung,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara itu, Adek (50) Pengelola Keramba Jaring Apung (KJA) membenarkan keterangan Agus. Untuk KJA yang dikelola Kevin kurang 20 petak, mengalami kematian ikan mencapai 30 ton. “Kerugian petani di sini secara keseluruhan ditafsirkan mencapai 1,5 miliar rupiah. Kami hanya bisa pasrah dan sabar. Karena musibah kematian ikan sebuah resiko,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Meski demikian lanjut Adek, bangkai ikan tidak kami buang sembarangan. “Khusus daerah ini, kami jaga lingkungan. Agar tidak terjadi pencemaran udara dan air. Bangkai ikan kami kuburkan atau kami celamkan ke dalam air danau,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB