Daerah

Kerugian Petani KJA Capai Rp1,5 Miliar, Ratusan Ton Kematian Ikan

Dibaca : 206

Agam, Prokabar – Agus (40) Petani Keramba Jaring Apung di Tampuniak, Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyebutkan, kematian ikan secara mendadak itu mencapai ratusan ton ikan siap panen.

Kejadian berlangsung sejak Sabtu sore (24/4) sampai dengan Senin (26/4) malam. Hal itu disampaikan kepada Prokabar.com, Rabu (28/4).

Ia menjelaskan, sebelum di Tampuniak ini, di Galapuang juga sempat terjadi kematian ikan pada Kamis (22/4) lalu. Namun tidak terlalu banyak. Tapi kali ini 80 persen petani KJA di Tampuniak dengan jumlah ratusan petak KJA mengalami kematian ikan.

“Kondisi air beberapa bulan ini mengalami kondisi buruk. Menyebabkan kadar oksigen dalam air sangat buruk. Dan memicu kematian ikan dalam keramba jaring apung,” terangnya.

Sementara itu, Adek (50) Pengelola Keramba Jaring Apung (KJA) membenarkan keterangan Agus. Untuk KJA yang dikelola Kevin kurang 20 petak, mengalami kematian ikan mencapai 30 ton. “Kerugian petani di sini secara keseluruhan ditafsirkan mencapai 1,5 miliar rupiah. Kami hanya bisa pasrah dan sabar. Karena musibah kematian ikan sebuah resiko,” imbuhnya.

Meski demikian lanjut Adek, bangkai ikan tidak kami buang sembarangan. “Khusus daerah ini, kami jaga lingkungan. Agar tidak terjadi pencemaran udara dan air. Bangkai ikan kami kuburkan atau kami celamkan ke dalam air danau,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top