Kerugian Kematian Ikan di Maninjau Mencapai Rp1,64 Miliar

Penulis -

Jumat, 7 Februari 2020 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubukbasung, Prokabar – Kerugian kematian ikan jenis nila 63 ton di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencapai Rp1,64 miliar pada 5 hingga 6 Februari 2020.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto di Lubukbasung, Kamis, mengatakan kerugian itu berasal dari puluhan keramba jaring apung milik 11 petani di Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjungraya.

“Harga ikan tingkat petani keramba jaring apung Rp26 ribu per kilogram,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia mengatakan, ikan siap panen itu tidak bisa dijual petani setelah ikan sudah berwarna putih atau sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

Saat ini, tambahnya, bangkai ikan itu mengapung di permukaan danau setelah petani mengeluarkan bangkai ikan dari dalam keramba jaring apung.

“Ribuan bangkai ikan mengapung di permukaan danau. Pemerintah kecamatan sedang mencari lokasi tempat penguburan bangkai ikan,” katanya.

Ia menambahkan, 63 ton ikan itu milik Taila dengan kematian 10 ton, Bomenda satu ton, Tanjung 15 ton, Sidri enam ton.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selain itu Ade Zedon satu ton, Mansur 10 ton, Sidok satu ton, Siawai empat ton, Romi dua ton, Toni 10 ton, Dt Ada dua ton dan Majilis satu ton.

Ikan itu mati setelah angin kencang melanda daerah itu semenjak Minggu (2/2), sehingga oksigen berkurang di dasar perairan danau vulkanik itu, karena naiknya sedimen di dasar.

Dengan kondisi itu, ikan mengalami pusing dan keluar ke permukaan danau untuk mencari oksigen.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Beberapa jam setelah pusing, ikan mati dan mengapung. Kematian ikan itu mulai terjadi pada Rabu (5/2),” katanya.

Sebelumnya, kematian ikan juga terjadi di Galapuang, Nagari Tanjung Sani sebanyak 10 ton pada Rabu (29/1).

Untuk itu, pihaknya mengimbau petani untuk segera memanen ikan sudah besar dan pindahkan ikan yang sudah disemai ke kolam air tenang agar tidak mengalami kerugian. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB