Kereta Api Rel Bergigi, Masa Depan Wisata Sumbar

Penulis -

Minggu, 10 November 2019 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta api di Ranah Minang, sudah amat tua. Bermula 1887 dengan jalur sepanjang 315Km. Terakhir ditambah 3 Km ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sejumlah ruas sudah direaktivasi sehingga menjanjikan untuk wisata kereta, terutama kereta bergigi.

Potensi wisata saat ini, naik kereta dari Lubuk Alung atau Kayu Tanam ke Aie Mancua Lembah Anai. Bus wisata berhenti di stasiun Kayu Tanam, lalu wisatawan naik kereta ke Lembah Anai yang eksoptis itu. Keretanya khusus, cantik dan imut. Menghabiskan waktu sekitar satu jam di Lembah Anai dengan menikmati air terjun dan kuliner, lalu naik bus lagi ke Bukittinggi.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Rel kereta api Padang Panjang ke Singkarak (foto nrs)

Pada 2024, sesuai rencana reaktivasi rel di seluruh Sumbar akan selesai dikerjakan, dengan demikian wisata kereta bergigi, sudah bisa dijual untuk satu paket perjalanan. Jika semua rel bisa diaktifkan kembali, maka jalur dari Padang ke Singkarak, menjadi amat aduhai. Wisatawan akan bisa menyaksikan danau terbesar di Sumbar itu di atas kereta api sembari makan siang. Dari Padang Panjang ke Singkarak, jalurnya menurun dan membantang di tengah persawahan. Dari kereta bisa disaksikan panorama Gunung Marapi dan desa-desa adat.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Catatan prokabar, jalur kereta api di Sumbar terbentang sepanjang 300 Km lebih. Antara lain dari Padang ke Pelabuhan Teluk Bayur (7 Km). Lubuk Alung–Pariaman (20,9 km) dan ini dilalui setiap hari, penumpangnya warga yang bekerja dan kuliah. Beberapa tahun lalu, rel Pariaman ke Nareh sepanjang 7 Km sudah aktif kembali. Kemudian Padang–Padang Panjang (68,3 km). Rel ini aktif sampai Kayu Tanam. Selanjutnya Lembah Anai Padang Panjang adalah rel bergigi. Bukittinggi–Payakumbuh (33 km), sudah tidak aktif.

Rel kereta api Padang Panjang ke Singkarak (foto nrs)

Teluk Bayur-Padang-Padang Panjang–Solok–Sawahlunto sepanjang 210 Km. Di ruas ini terdapat 33,8 Km rel bergigi. Rel bergigi itulah yang unik dan elok untuk kereta wisata, yaitu di kawasan Lembah Anai sampai ke dekat Danau Singkarak. Inilah satu satu rel bergigi yang ada di Indonesia. Sekarang masih belum aktif, setelah ditutup puluhan tahun silam.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sejak 1979, ada rel baru dari Bukik Putuih Teluk bayur ke PT Semen Padang sepanjang 14,5 Km yang sampai sekarang tetap aktif. Yang ditutup justru kereta api ke Sawahlunto seiiring ditutupnya tambang dalam PT Tambang Batubara Ombilin. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan
Aeratie Gebouw dan Rumah Air Kandang Ditabek, Simbol Modernitas dan Jejak Sejarah Air Bersih dari Paninjauan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Selasa, 8 September 2026 - 11:12 WIB

Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB