Artikel

Kereta Api Rel Bergigi, Masa Depan Wisata Sumbar

Rel kereta api Padang Panjang ke Singkarak (foto nrs)

Kereta api di Ranah Minang, sudah amat tua. Bermula 1887 dengan jalur sepanjang 315Km. Terakhir ditambah 3 Km ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Sejumlah ruas sudah direaktivasi sehingga menjanjikan untuk wisata kereta, terutama kereta bergigi.

Potensi wisata saat ini, naik kereta dari Lubuk Alung atau Kayu Tanam ke Aie Mancua Lembah Anai. Bus wisata berhenti di stasiun Kayu Tanam, lalu wisatawan naik kereta ke Lembah Anai yang eksoptis itu. Keretanya khusus, cantik dan imut. Menghabiskan waktu sekitar satu jam di Lembah Anai dengan menikmati air terjun dan kuliner, lalu naik bus lagi ke Bukittinggi.

Rel kereta api Padang Panjang ke Singkarak (foto nrs)

Pada 2024, sesuai rencana reaktivasi rel di seluruh Sumbar akan selesai dikerjakan, dengan demikian wisata kereta bergigi, sudah bisa dijual untuk satu paket perjalanan. Jika semua rel bisa diaktifkan kembali, maka jalur dari Padang ke Singkarak, menjadi amat aduhai. Wisatawan akan bisa menyaksikan danau terbesar di Sumbar itu di atas kereta api sembari makan siang. Dari Padang Panjang ke Singkarak, jalurnya menurun dan membantang di tengah persawahan. Dari kereta bisa disaksikan panorama Gunung Marapi dan desa-desa adat.

Catatan prokabar, jalur kereta api di Sumbar terbentang sepanjang 300 Km lebih. Antara lain dari Padang ke Pelabuhan Teluk Bayur (7 Km). Lubuk Alung–Pariaman (20,9 km) dan ini dilalui setiap hari, penumpangnya warga yang bekerja dan kuliah. Beberapa tahun lalu, rel Pariaman ke Nareh sepanjang 7 Km sudah aktif kembali. Kemudian Padang–Padang Panjang (68,3 km). Rel ini aktif sampai Kayu Tanam. Selanjutnya Lembah Anai Padang Panjang adalah rel bergigi. Bukittinggi–Payakumbuh (33 km), sudah tidak aktif.

Rel kereta api Padang Panjang ke Singkarak (foto nrs)

Teluk Bayur-Padang-Padang Panjang–Solok–Sawahlunto sepanjang 210 Km. Di ruas ini terdapat 33,8 Km rel bergigi. Rel bergigi itulah yang unik dan elok untuk kereta wisata, yaitu di kawasan Lembah Anai sampai ke dekat Danau Singkarak. Inilah satu satu rel bergigi yang ada di Indonesia. Sekarang masih belum aktif, setelah ditutup puluhan tahun silam.

Sejak 1979, ada rel baru dari Bukik Putuih Teluk bayur ke PT Semen Padang sepanjang 14,5 Km yang sampai sekarang tetap aktif. Yang ditutup justru kereta api ke Sawahlunto seiiring ditutupnya tambang dalam PT Tambang Batubara Ombilin. (nrs)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top