Daerah

Keren, Ratusan Warga Padang Ikut Terapis Berehenti Merokok

Padang, Prokabar — Seratusan orang memadati aula kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis (8/11). Kedatangan mereka bukan untuk menggelar aksi atau orasi melainkan mengikuti program terapi berhenti merokok bagi masyarakat umum.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat untuk membantu warga berhenti merokok. Selain diikuti masyarakat yang memang masih aktif merokok, terapi ini juga diikuti oleh para istri yang ingin mengajak suaminya berhenti merokok.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatra Barat Merry Yuliesday mengungkapkan, saat ini sekitar 35 persen penduduk berusia 10 tahun ke atas di Sumbar yang aktif merokok. Dari angka tersebut, 10 persennya adalah perempuan. 

“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat. Dan ini bagian usaha kami untuk menekan angka perokok. Dampak merokok secara kesehatan sudah sering disampaikan ya. Tapi secara ekonomi coba, seorang perokok ada yang sampai keluarkan Rp 50 ribu per hari demi beli rokok,” ungkapnya.

Lebih lanjut Merry menjelaskan sekitar 70 persen penduduk sudah terpapar asap rokok. Artinya, orang-orang ini ikut mengisap asap rokok meski bukan perokok aktif. “Baik perokok aktif dan pasif memiliki risiko terpapar penyakit seperti strok, kanker, dan serangan jantung.” Sambungnya.

Setelah program terapi untuk berhenti merokok digelar oleh Pemprov Sumbar dengan menggandeng 10 stasiun radio, Merry ingin setiap kabupaten/kota juga melakukan gerakan yang sama. Ia juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP baik di provinsi atau kabupaten/kota untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) tentang kawasan tanpa rokok.

“Kami bersama Satpol PP juga tegakkan Perda soal kawasan tanpa asap rokok. Terutama sekolah, sarana kesehatan, tempat umum, penitipan anak, dan masjid,” katanya. (hdp)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top