Daerah

Keren, Lubuk Basung Sudah Punya Mesin Pengolah Minyak Serai

Lubuk Basung, Prokabar — Kelompok Hutan Masyarakat (KHM) Kampuang Melayu Saiyo, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat mendapat kesempatan mengembangkan pertanian tanaman serai menjadi komoditi unggulan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurut Ketua KHM Kampuang Melayu, Zulkarman, izin pengelolaan Hutan Masyarakat 127 Hektar, dan telah ditanami 10 hektar tanaman Serai untuk dikelola masyarakat. “Alhamdulillah kita juga mendapatkan alat pengolah tanaman serai dari BPDAS HL menjadi minyak serai atau Atri,” katanya.

Ia melanjutkan sudah menanam pada Agustus lalu, dan dimungkinkan panen pada awal Februari 2019 mendatang. Sedangkan bibit didatangkan dari BALITTO (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) yang berada di Solok.

Herman, Selaku Tenaga Teknis BALITTO mengatakan pengembangan tanaman serai sangat menjanjikan peningkatan ekonomi masyarakat. Karena sangat dibutuhkan permintaan dunia industri kosmetik dan aromatik.

“Negara Dubai, singapur, Brunai Darusallam, Malaysia, Belanda bahkan Amerika Serikat membutuhkan 5 ton satu bulan. Sedangkan di Sumbar, baru bisa memenuhi 400 kilogram perbulannya,” ungkap Herman.

Ia juga mengatakan minyak sarai sumbar memiliki kualitas terbaik. Harga 1 kilo mencapai Rp350 rupiah. Sedangkan daerah yang baru melakukan pengembangan sudah berlangsung di Kabupaten Solok, Kota Solok, Sawahlunto, Pasaman Timur, Pasaman Barat. Untuk daerah pengembangan seperti Teluk Kuantan, Dharmasraya, Pessel, Bengkulu, Jambi dan Medan. Khusus Agam baru melakukan tahap percobaan.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Agam, Martias Wanto menuturkan potensi tersebut harus dimanfaatkan sebesar-besar mungkin dengan lahan yang ada. “Kapan perlu melalui pemerintahan nagari kita berdayakan seluruh masyarakat untuk menanam Serai di halaman rumah,” terangnya.

Saat ini lanjutnya, pengembangan lahan tanaman serai di Agam sudah berlangsung di Koto Kaciak, Lubuk Basung, Ampek Nagari Sitalang, Matur Mudiak, Palambayan Beringin, Tilatang Kamang seperti Koto Tangah, Kamang Mudiak, Kamang Hilia, Marasok, Padang Tarok, dan Palupuah,

“Kita berharap melalui adanya pengembangan tanaman serai disertai alat pengolah produksi minyak serai ini, dapat mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top