Keren, Lubuk Basung Sudah Punya Mesin Pengolah Minyak Serai

Penulis -

Jumat, 2 November 2018 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Basung, Prokabar — Kelompok Hutan Masyarakat (KHM) Kampuang Melayu Saiyo, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatra Barat mendapat kesempatan mengembangkan pertanian tanaman serai menjadi komoditi unggulan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurut Ketua KHM Kampuang Melayu, Zulkarman, izin pengelolaan Hutan Masyarakat 127 Hektar, dan telah ditanami 10 hektar tanaman Serai untuk dikelola masyarakat. “Alhamdulillah kita juga mendapatkan alat pengolah tanaman serai dari BPDAS HL menjadi minyak serai atau Atri,” katanya.

Ia melanjutkan sudah menanam pada Agustus lalu, dan dimungkinkan panen pada awal Februari 2019 mendatang. Sedangkan bibit didatangkan dari BALITTO (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat) yang berada di Solok.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Herman, Selaku Tenaga Teknis BALITTO mengatakan pengembangan tanaman serai sangat menjanjikan peningkatan ekonomi masyarakat. Karena sangat dibutuhkan permintaan dunia industri kosmetik dan aromatik.

“Negara Dubai, singapur, Brunai Darusallam, Malaysia, Belanda bahkan Amerika Serikat membutuhkan 5 ton satu bulan. Sedangkan di Sumbar, baru bisa memenuhi 400 kilogram perbulannya,” ungkap Herman.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Ia juga mengatakan minyak sarai sumbar memiliki kualitas terbaik. Harga 1 kilo mencapai Rp350 rupiah. Sedangkan daerah yang baru melakukan pengembangan sudah berlangsung di Kabupaten Solok, Kota Solok, Sawahlunto, Pasaman Timur, Pasaman Barat. Untuk daerah pengembangan seperti Teluk Kuantan, Dharmasraya, Pessel, Bengkulu, Jambi dan Medan. Khusus Agam baru melakukan tahap percobaan.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Agam, Martias Wanto menuturkan potensi tersebut harus dimanfaatkan sebesar-besar mungkin dengan lahan yang ada. “Kapan perlu melalui pemerintahan nagari kita berdayakan seluruh masyarakat untuk menanam Serai di halaman rumah,” terangnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Saat ini lanjutnya, pengembangan lahan tanaman serai di Agam sudah berlangsung di Koto Kaciak, Lubuk Basung, Ampek Nagari Sitalang, Matur Mudiak, Palambayan Beringin, Tilatang Kamang seperti Koto Tangah, Kamang Mudiak, Kamang Hilia, Marasok, Padang Tarok, dan Palupuah,

“Kita berharap melalui adanya pengembangan tanaman serai disertai alat pengolah produksi minyak serai ini, dapat mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB