Budaya

Keren, Komunitas Pemuda Generasi Hamka Dikukuhkan

Agam, Prokabar — Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) resmi dilantik Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya dihadiri Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, serta ninik mamak dan Walinagari Se-Kecamatan Tanjung Raya, Jumat (21/06) kemarin. Kehadiran komunitas tersebut menjadi harapan besar dari Pemerintah Daerah dalam membangkitkan kepemudaan, terutama dari sisi sejarah, pendidikan, kebudayaan, Agama Islam serta perekonomian masyarakat nantinya.

“Kita sangat berharap lahirnya dan pelantikan KPGH ini mampu menjadi pionir kita, membangkitkan kembali semangat persatuan pemuda-pemudi, terutama mengangkat kembali marwah dan nilai-nilai histori Buya Hamka,” ungkap Camat Tanjung Raya, Handria Asmi kepada Prokabar, Sabtu (22/6).

Ia melanjutkan Danau Maninjau yang berada di Pemerintahan Kecamatan Tanjung Raya, memiliki potensi yang sangat hebat dan besar bagi Pemerintah Kabupaten Agam, bahkan ditingkat Provinsi Sumatra Barat dan Nasional. “Keindahan alam disertai sejarah pejuang dan pahlawan yang banyak lahir dari sini. Bila potensi ini kembali kita bangkitkan melalui pergerakan pemuda, dapat dipastikan akan bangkitlah Buya Hamka-Buya Hamka baru nantinya,” terangnya.

Kita berharap lanjutnya, semua komponen masyarakat dan pemerintahan lainnya, untuk dapat menangkap peluang ini dengan baik. “Mereka komunitas ini, ibarat ember yang sudah siap menampung air dengan sepenuh-penuhnya. Dengan demikian, air sebagai sumber kehidupan dapat dibawa ke tempat sumber yang membutuhkannya,” tutur Handria.

Sementara itu, Koordinator KPGH Tanjung Raya, Rudi Yudistira dalam kata sambutannya, lahirnya komunitas ini berkat dorongan penuh Camat Tanjung Raya beserta jajarannya. Berawal terhimpun dan kesamaan cita-cita sekelompok pemuda di Sungai Batang, hingga berjumpa langsung dengan Camat Handria Asmi. Respon positif langsung dilakukan, dengan menfasilitasi melalui studi banding ke TDC Pariaman dan Destinasi Wisata Lubuak Nyarai dengan Ritno Kurniawan.

“Beban tanggungjawab telah berada dipundak KPGH ini, dengan visi dan misi membangkitkan marwah Buya Hamka dengan peningkatan mentalitas dan intelektual generasi penerus, sehingga berdampak besar terhadap perubahan serta kemajuan Sosial, Budaya, Reliqius dan perekonomian masyarakat,” tutur Rudi.

Saat ini terang Koordinator KPGH tersebut, komunitas bersama masyarakat di Kampung Halaman Buya Hamka telah kembali menggali situs-situs sejarah yang sudah lama terlupakan. Melakukan aksi gotong-royong di lokasi situs, bahkan melaksanakan Seminar Tapak Tilas Buya Hamka di Komandoi Camat Tanjung Raya. Peserta berasal dari ratusan tokoh masyarakat dan bundo kanduang Sungai Batang.

“Dalam waktu dekat ini, kita kembali bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya dan Kwarran 06.09, melaksanakan perkemahan bersama penegak dan penggalang pramuka. Beberapa sekolah mengikuti kegiatan di Tapian Kampuang Tangah, Jorong Batuang Panjang, Kanagarian Sungai Batang,” ungkapnya.

Kegiatan perkemahan ini diberi tema The Agen Of Change Duta Buya Hamka oleh Camat Handria Asmi. Karena mereka yang akan mengikuti kegiatan ini, menjadi pelopor kebangkitan sejarah dan nilai-nilai keislaman dan keulamaan Sungai Batang masa lalu. Sungai Batang dahulunya adalah pusat pendidikan Islam. Diketahui dari Syekh Tuanku Nan Tuo bersama minantunya Syekh Guguk Katur. Dari mereka ini, lahirlah Trio Amrullah, dimulai Syekh Muhammad Amrulah, berlanjut Syekh Abdul Karim Amrullah hingga lahirlah Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal Buya Hamka.

“Selain Rumah Kelahiran Buya Hamka sebagai situs Cagar Budaya yang ada di Sungai Batang, juga terdapat Khutubchanah dan Makam ayah Buya Hamka bernama Syekh Abdul Karim Amrullah dan Yusuf Amrullah. Mereka adalah tokoh pembaharuan Islam tersohor di Ranah Minang. Di Khutubchanah ini tersimpat ratusan manuskrip atau buku dengan aksara jawi, karya Abdul Karim Amrullah yang sangat memprihatinkan kondisinya. Padahal, khutubchanah gudang ilmu dan penelitian sejarah yang dapat dijadikan Pusat Study Inteletual Ulama Di Ranah Minang,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top