Keren, Ini Lima Pulau Tempat Pembudidaya Penyu di Pessel

Penulis -

Kamis, 28 Maret 2019 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), saat ini telah memiliki lima tempat pembudidaya penyu guna mempertahankan habitat ampibi itu yang hampir punah.

Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafinal mengatakan, Pessel sudah memiliki lima pulau yang berada di daerahnya yang membudidayakan penyu.

Sebab, hewan ampibi tersebut hampir punah bahkan keberadaanya saat ini sangat sulit ditemukan. Untuk itu, pihaknya sangat serius dalam pemperhatikannya.

“Maka kita terus melakukan pencegahan dan pembudidayaan hewan hampir punah tersebut. Sekarang kita telah memiliki lima penangkaran atau pembudidayaan,” ujarnya kepada Prokabar.com, Kamis (28/3).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Dijelaskannya, lima pulau yang digunakan yaitu, Pulau Penyu, Karabak Ketek, Karabak Gadang, Aur Besar dan Pulau Aur Kecil.

“Selain dari lima pulau itu, kita juga memiliki tempat pembudidayaan penyu di Ampiang Parak, Kecamatan Sutera yaitu, Kelompok Laskar Pemuda Peduli Lingkungan,” jelasnya

Menurutnya, selain hewan langka, penyu juga memiliki daya tarik sendiri bagi masyarakat. Dengan itu, pembudiyaan itu harus dilakukannya. Karna Pessel salah satu daerah yang membentang di pesisir pantai.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Penyu adalah hewan yang mesti dilindungi dan penyu sangat memberikan daya tarik bagi masyarakat. Apabila dimanfaatkan penyu juga bisa menggait wisatawan dengan keunikannya,” ujarnya lagi.

Lanjutnya, dampak positif dari pembudiyaan sudah dirasakan oleh masyarakat salah satunya yang ada di Ampiang Parak, Kecamatan Sutera.

“Seperti yang kita ketahui, selain mempertahankan habitat penyu, pembudidayan penyu juga berhasil menjadikan ikon wisata yang unik dan diminati oleh masyarakat dan wisatawan. Itu dibuktikan sendiri oleh Kelompok Laskar Pemuda Peduli Lingkungan di Apiang Parak, yang cukup terkenal sampai sekarang ini,” tuturnya

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Ia menambahkan, pihaknya akan terus menambah dan mengembangkan tempat-tempat budidaya penyu yang ada.

“Setiap tahun kita akan mengupayakan penambahan dan melakukan pengembangan disetiap budidaya yang kita punya. Selain itu, kita berharap masyarakat juga bisa menjaga dan melestarikan hewat langka tersbut, agar terhindar dari kepunahan,” tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB