Lifestyle

Keren! ‘From Sea To Sea’ Bakti PT Sushi Tei Indonesia Jaga Kelestarian Laut

Direktur Executive Green Edelweiss Foundation (GEF) menyerahkan bibit pohon mangrove kepada Direktur PT Sushi Tei Indonesia (kiri), Sonny Kurniawan di Pulau Pramuka , Kepulauan Seribu

Jakarta, Prokabar – Restoran makanan khas Jepang Sushi Tei & Sushi Kiosk dibawah naungan PT Sushi Tei Indonesia telah menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Acara yang bertema kelautan yaitu ‘From Sea To Sea” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian laut beserta ekosistemnya.

Program ini terlaksana berkat pelanggan setia Sushi Tei & Sushi Kiosk yang menyisihkan seribu rupiah saat melakukan pembelian menu tertentu (periode 1 – 31 Agustus).

Kegiatan CSR dari PT Sushi Tei Indonesia diselenggarakan di Pulau Pramuka (Kepulauan Seribu), Sabtu (21/9) lalu. Diikuti seluruh jajaran direksi dan 200 karyawan, kegiatan ini meliputi penanaman lima ribu pohon bakau (mangrove), melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut, dan penanaman terumbu karang di dasar laut.

“Kami sadar bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan sebagai sebuah restoran yang mayoritas menggunakan bahan baku dari hasil laut, kami perlu mengambil bagian dalam menjaga kelestarian laut dengan mengembalikan apa yang sudah diambil dari laut, kembali ke laut – From Sea to Sea,” ujar Sonny Kurniawan selaku Direktur PT Sushi Tei Indonesia.

Kepulauan Seribu merupakan wajah pengelolaan perairan untuk kepulauan di Indonesia. Lokasinya yang berdekatan dengan pusat pemerintahan dan ibu kota negara menjadikan Kepulauan Seribu sebagai salah satu destinasi favorit untuk warga Jakarta bahkan seluruh Indonesia.

Program CSR PT Sushi Tei Indonesia 'From Sea To Sea'

Program CSR PT Sushi Tei Indonesia ‘From Sea To Sea’

Namun masalah terbesar yang terjadi saat ini adalah perubahan iklim dan tingginya tingkat pencemaran, yang mengakibatkan pengurangan dan kerusakan kawasan mangrove dan terumbu karang serta kehidupan biota laut di perairan tersebut.

Sonny Kurniawan menambahkan, seluruh penghidupan di laut, baik langsung maupun tidak, bergantung pada keutuhan ekosistem terumbu karang dan ekosistem laut lainnya.

Terumbu Karang berfungsi sebagai ‘jaminan’ ketersediaan ikan bagi laut. Artinya, wilayah sekitar Terumbu Karang adalah tempat berkembang biak sebagian besar ikan di laut.

Nutrisi masyarakat dunia yang berasal dari protein ikan laut tergantung dari keberadaan terumbu karang. Begitu juga dengan Mangrove yang membentuk tempat perlindungan yang nyaman (tempat bertelur) bagi biota laut, khususnya udang, kepiting dan ikan.

Sedangkan Penyu mempunyai peran penting dalam menjaga ekosistem laut yang sehat. Laut yang sehat akan menjadi habitat berjuta-juta ikan sebagai sumber protein penting bagi manusia.

“Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini di Pulau Pramuka dapat membantu menjaga kelestarian laut beserta ekosistemnya. Kami persembahkan ini untuk seluruh masyarakat Indonesia agar bermanfaat bagi bangsa dan negara hingga anak cucu kita nanti,” ujar Sonny.

Jajaran direksi dan karyawan melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut

Jajaran direksi dan karyawan melepaskan tukik (anak penyu) kembali ke laut

Sementara itu, sebagai bagian dari kegiatan CSR, PT Sushi Tei Indonesia menggandeng Green Edelweiss Foundation (GEF) yang merupakan non-profit organization dan sudah berpengalaman dalam melakukan kegiatan konservasi.

Penyerahan sertifikat apresiasi secara simbolis diserahkan oleh Ayi Subing sebagai Direktur Eksekutif Green Edelweiss Foundation kepada Sonny Kurniawan. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top