Keren, Beras Asal Pessel Dilaunching, Ini Dia

Penulis -

Rabu, 28 November 2018 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melauncing pengeluaran Varietas Cisokan Kubang, menjadi beras Rajo Pasisia, Rabu (28/11) di Kecamatan Bayang.

Varietas Cisokan Kubang atau beras Rajo Pasisia diresmikan langsung Kepala Bapedalitbang, Yozki Wandri di Nagari Kubang Koto Barapak, yang merupakan nagari lambung beras itu.

Yozki Wandri mengatakan, pengeluaran Varietas Cisokan Kubang menjadi Beras Rajo Pasisia, karena Negeri Berjuluk Sejuta Pesona ini merupakan salah satu yang bersejarah, sebab Pessel sudah memiliki beras unggulan sendiri.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Semoga hasil produksi Rajo Pasisia yang meruapakan Varietas Cisokan Kubang ini semankin banyak permintaan. Dan kita akan mendorong agar meluas,” ujarnya.

Menurutnya, Pessel yang selama ini sebagai daerah tekernal dengan potensi lautnya, saat ini sudah memiliki beras andalan sendiri.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Namum, kualitas beras tersebut juga sudah dibukitkan keunggulannya melalui Laboratorium Instrumentasi Pusat Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas.

Hasil uji laborator ini dikeluarkan sejak Oktober 2018 dengan nomor : 18/LIP-UJI/FATETA/X/ tanggal 29 Oktober 2018.

“Kami, berharap ini menjadi kebangkitan petani di Pessel, terutama Nagari Kubang Koto Barapak,” jelasnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Wali Nagari Kubang Koto Barapak, Novriadi mengatakan, bahwa hasil produksi dari Variatas Cisokan sendiri saat ini sudah dikelolah dilahan sawah seluas 143 hektar dengan sebanyak 7 kelompok tani.

“Setiap tahunnya, petani kami bisa memproduksi sampai 20 ton. Dan saat ini sudah bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di daerah ini,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB