Pesisir Selatan, Prokabar – Aset Bank Nagari di Kabupaten Pesisir Selatan, terus melonjak naik, sehingga Bank milik Daerah itu masuk diangka tiga besar dari seluruh cabang kabupaten/kota di Sumbar, dengan total lebih dari Rp1.7 triliun.
Kepala Cabang Painan, Helfiyanrika mengatakan, catatan aset itu merupakan indikasi berkembang baiknya bisnis Bank Nagari di ‘Negeri Berjuluk Sejuta Pesona’. Dari total nilai aset, sekitar Rp. 1 triliun di Cabang Painan. Sisanya di kisaran Rp700 miliar ada di Cabang Tapan.
“Yang lebih besar itu memang di Padang,” ujarnya pada Prokabar.com baru-baru ini.
Di Pesisir Selatan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perbankan itu punya dua cabang, Painan dan Tapan. Cabang Painan mulai dari Kecamatan Koto XI Tarusan sampai Balai Selasa Kecamatan Ranah Pesisir.
Sedangkan untuk Cabang Tapan mulai dari Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti sampai Silaut. Sehatnya bisnis Bank pelat merah itu di Pesisir Selatan, lanjutnya, ditandai dengan kian pesatnya pertumbuhan kinerja pembiayaan.
Per 23 Juni 2021, total pembiayaan yang telah dikucurkan mencapai Rp995 miliar. Sedangkan pendanaan yang dihimpun dari Dana Pihak Ketiga (DPK) hanya Rp343 miliar saja.
“Ya, sudah lebih dari 200 persen. Kini baru pertengahan tahun saja. Sebagian besar dari kredit yang disalurkan adalah kredit konsumtif,” terangnya.
Tak hanya dari sisi pembiayaan, kinerja kredit macet juga tercatat kecil. Jelang penghujung tahun ini hanya sebesar 2.11 persen saja dari total pembiayaan yang disalurkan.
Ke depan, sebutnya, guna meminimalisir resiko kredit macet, Bank Nagari terus memberikan pendampingan usaha pada tiap nasabah. Selain itu, mengakomodir persoalan kelancaran dari nasabah.
Bank harus mampu memberikan solusi pada nasabah yang bermasalah. Tidak boleh kaku. “Nah, upaya ini ternyata sangat efektif menekan jumlah kredit bermasalah,” tutupnya. (min)
















