Nasional

Keren, Aplikasi ini Pecahkan Rekor MURI Sebagai Aplikasi Anti Hoax dan Provokasi

Dina Birawa (perwakilan Tik Tok) menerima piagam Muri dari Menteri Eko Putro Sandjojo

Dibaca : 385

Jakarta, Prokabar —Sesuai janji Forum Pemuda Peduli NKRI bersama dengan Imarindo (Ikatan Manager Artis Indonesia), Akun media sosial Lambe_Turah, Aplikasi media sosial Tiktok dan ACT (Aksi Cepat Tanggap) bersatu dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan Konser Amal yang bertema Gebyar Kebangsaan. Acara ini diselenggarakan di parkir selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Sabtu dan Minggu, 27 – 28 Oktober.

Pada puncak acara aplikasi Tiktok sebagai alat untuk memperteguh ikatan kebangsaan di era milenial, yang mengajak generasi muda untuk menghadapi masalah kekinian seperti penyebaran berita bohong (hoax) apalagi dengan berbagai ujaran kebencian yang bisa mempengaruhi rasa nasionalisme.

Tik Tok mengajak generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya dengan mencegah minimal tidak ikut menyebarkan berita hoax yang dapat memprovokasi masyarakat lain dengan kegiatan positif menggunakan teknologi kekinian.

Di puncak acara Konser “Gebyar Kebangsaan”, Tik Tok berhasil mengadakan challenge yang ditujukan kepada generasi muda dengan mendeklarasikan Pemuda anti hoax pada hari Sabtu, (27/10) kemarin.

Sehingga Musium Rekor Indonesia (Muri) mencatatkan dan memberikan penghargaan kepada aplikasi Tik Tok.

Dalam acara penyerahan rekor Muri ini, Tik Tok sekaligus menyerahkan dana sebesar Rp. 125 juta yang akan disumbangkan kepada korban gempa Palu, Sigi, Donggala dan Lombok.  aplikasi ini karena  telah berhasil membuat generasi muda membuat video yang kreatif secara serempak.

“Kami ingin memberikan kesan positif kepada generasi muda selain berkreasi mereka juga turut serta berpartisipasi untuk membantu korban bencana,” ujar Dina Birawa sebagai perwakilan dari Aplikasi Tik Tok yang menerima piagam dari Muri, di Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu (27/10/2018).

Rekor Muri tersebut diserahkan oleh Pranajaya bersama dengan Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.BA, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia ini sekaligus  mendeklarasikan aplikasi Tik Tok sebagai aplikasi Anti Hoax dan Anti Provokasi. (Beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top