Agam, Prokabar — Terobosan hebat dilakukan Polres Agam bersama SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Pasalnya, mereka menjalin kerjasama (MOU) dan mengajarkan kurikulum penjaskes, terutama tentang bahaya narkoba. Hal tersebut berkat kesepakatan Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi melalui KBO SATBINMAS, Iptu Akhiruddin dengan Kepala Sekolah bersama jajaran SMK Negeri 1 Tanjung Raya.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanjung Raya, Muhammad Dinin menyebutkan kerjasama tersebut berkaitan maraknya bahaya narkoba yang sudah mulai merasuki pelajar. Apalagi tingkat pelajar sekolah kejuruan ini lebih agresif ketimbang pelajar SMA atau MAN.
“Melalui kerjasama terintegritas kurikulum ini, kami berharap mempersempit ruang gerak bahkan menjadi benteng generasi muda khususnya pelajar kita. Menghindari mereka dari bahaya laten narkoba,” kata Muhammad Dinin.
Program ini lanjutnya, sebagai salah satu upaya melahirkan generasi penggerak mensosialisasikan bahaya narkoba, baik kepada adik-adik mereka nanti, maupun di masyarakat tempat mereka tinggal.
“Kegiatan sudah berlangsung 3 bulan. Targetnya, mereka kelas 10 dari 14 Rombengan dan total 415 orang ini menjadi ujung tombak sosialisasi atau penyuluh nantinya. Mereka me,” ungkap Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tanjung Raya.
Senada dengan itu, Kapolres Agam, AKBP Ferry Suwandi. Manfaat dari kerjasama tersebut jelas sangat banyak. “Paling utama adalah bagaimana mencegah dengan membentengi pelajar dari pengaruh bahaya narkoba. Kita dapat mendeteksi dini, tanda-tanda adanya peredaran narkoba di sekolah, terutama pelajar SMK ini,” kata Kapolres.
Ia bahkan menyatakan Kecamatan Tanjung Raya salah satu daerah paling rawan peredaran narkoba selain Bawan dan Matur. Karena jauh dari pusat pemerintahan dan dianggap paling aman dari pantauan penegak hukum.
“Indonesia darurat narkoba, dan sasaran utama mereka adalah pelajar. Di Polres Agam, kami minimal berhasil mengungkap dua kasus perbulannya. Sejak awal 2018, sudah 32 kasus penangkapan pelaku pengedar Narkoba,” terangnya.
Kita lanjutnya, tidak mungkin terus melakukan penindakan dan bekerja sendiri. Tentu kita harus bersinergi dengan semua pihak, termasuk pihak sekolah atau dunia pendidikan. Dan kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut ke semua sekolah.
Dengan demikian petugas kepolisian yang berhadapan langsung dengan semua pelajar, melalui program pembelajaran bahaya narkoba secara berkelanjutan ini, akan cepat mengetahui, mendapati dan mengatasi pelajar yang bermasalah itu.
“Saya yakin pelaku-pelaku pengedar atau pecandu narkoba akan berfikir berulangkali merusak pelajar sekolah tersebut. Dan kami akan memberantas pelaku ke akar-akarnya bila memang menemukan tanda kejahatan di sana,” tegas AKBP Ferry Suwardi.
Iptu Khairuddin, KBO Sat Binmas Polres Agam, penggagas sekaligua guru yang menjadi pemateri kurikulum bahaya narkoba di SMK Negeri 1 Tanjung Raya mengatakan kerjasama didasari kekuatiran pihak sekolah terhadap bahaya narkoba mulai mempengaruhi pelajar. “Saya pelatih Menembak cabor Perbakin Agam. Kebetulan pelajar SMK N 1 Tanjung Raya banyak menyenangi olahraga ini. Dari koordinasi tersebut kami sepakat meningkatkan kerjasama lebih baik lagi. Pembelajaran Bahaya Narkoba dalam kurikulum penjaskes,” tuturnya.
Ia juga mengatakan berhasil menyusun sebuah buku berjudul Narkoba, Bahaya Laten Bangsa. “Semua pelajar yang mengikuti pembelajaran tersebut ditargetkan menjadi pelopor bahaya narkoba di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka,” tutupnya (rud)
















