Sungai Batang, Prokabar – Badan Musyawarah Jorong (BMJ) bersama Walijorong, Perangkat Jorong, Pemuda dan Tokoh Masyarakat Batung Panjang lakukan musyawarah mufakat, Minggu malam (8/8).
Terjadinya banyak pencurian hasil kebun dan sejumlah permasalahan serius, dibutuhkan sikap dan aksi cepat mencari solusi.
“Kita butuh memecahkan persoalan yang sudah menjadi keresahaan dari masyarakat. Dan sudah saatnya mencari solusi agar masalah sosial kemasyarakat ini tidak berlarut-larut,” ungkap Walijorong Batung Panjang, F. Datuk Mangkuto Nan Basa, Senin (9/8).
Walijorong Termuda di Nagari Sungai Batang tersebut menjelaskan pertemuan itu menampung lebih lanjut aspirasi semua tokoh masyarakat. Dan menyepakati sebuah aturan tetap agar dapat mengatur atau mengendalikan segala persoalan yang terjadi.
“Pada hasil pertemuan itu sepakat tahap awal itu sebagai rancangan Peraturan Jorong Batung Panjang. Terdapat sejumlah poin utama rancangan awal sebagai kebutuhan untuk dijadikan aturan bajorong batapian,” terangnya.
Terdapat beberapa poin utama dalam rancangan Peraturan Jorong di Kampung Kelahiran Buya Hamka itu seperti mengatur pedagang pengumpul buah masuk dan berdagang ke pemilik kebun, mengatur orang memancing di tepian danau, mengatur usaha ekonomi pemuda maupun untuk organisasi kepemudaan, mengatur norma-norma atau larangan-larangan yang sudah meresahkan masyarakat umum.
Hasil musyawarah tersebut kemudian dilanjutkan dengan rapat khusus internal antara Walijorong, BMJ, Alim Ulama, Bundo Kandung, Walitapian beserta Ketua Pemuda beserta anggota.
Sementara itu, Ketua BMJ Batung Panjang, Sudirman Sutan Jamarih menegaskan penting untuk kembali menghidupkan kembali kekompakan dalam kehidupan bermasyarakat. Bisa terkendali dan bersatu untuk menjaga kampung.
“Beberapa belakangan ini, sudah terjadi pergeseran tatanan sosial di tengah masyarakat. Untuk itu harus cepat dilakukan pembenahan,” ujarnya.
Orang Tua Kampung itu juga mengusulkan agar bisa menyokong penuh organisasi kepemudaan. Terutama mencarikan anggaran untuk berbagai kegiatan pemuda. Bisa didapat dengan bergorong royong, melalui inkam dari hasil pertanian, atau biaya orang yang melakukan usaha membutuhkan tenaga ke Batung Panjang.
“Munculkan kegiatan positif seperti olahraga, kesenian, pengajian berbagai usaha pendidikan atau perekonomian. Menertipkan orang yang masuk ke kampung dengan membuat peraturan jorong juga bagian terpenting saat ini,” tuturnya. (rud)
















