Maninjau, Prokabar.com – Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya tertarik untuk mengembangkan kerajinan batik sebagai peningkatan unit usaha menengah mikro dan makro masyarakat. Sebagai salah satu wilayah terbaik kunjungan wisata, kerajinan batik salah satu penguat daya tarik.
Camat Tanjung Raya, Handria Asmi menjelaskan tingginya perhatian pemerintah pusat dari Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dan Gubernur beserta Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Barat ke Danau Maninjau, mendorong gagasan itu dapat terwujud. Upaya itu dilangkahi menjalin kerjasama dengan Mellitafsya, instruktur pembuat batik sekaligus guru pendidik di SMKN Ampek Angkek. Beliau merupakan salah satu putri terbaik asal Danau Maninjau.
Dalam pertemuan dengan Mellitafsya, telah direncanakan melakukan pelatihan batik di Salingka Danau Maninjau. Waktu dan bentuk pelatihannya akan diatur nanti. “Kami meminta dukungan pihak instansi terkait, agar dapat mewujudkan rencana baik ini. Karena sebetulnya pada ibu-ibu rumah tangga terhimpun di TP PKK dan UMKM di Tanjung Raya, sudah memiliki bakat menjahit dan sejenisnya. Sehingga untuk mengarahkan pada Kerajinan Batik tidak terlalu sulit,” ungkapnya.
Camat Tanjung Raya juga berharap, disamping dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan juga Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentu sangat diharapkan. Termasuk juga dukungan dari para perantau dari sembilan nagari yang ada di Salingka Danau Maninjau.
Handria Asmi melanjutkan, jika pelatihan dan pengembangan motif batik khas Danau Maninjau tersebut terwujud dan ditetapkan dengan merk dagang Batik Bujang Sambilan Maninjau, akan memperkuat identitas dan keunikan daya tarik tersendiri.
“Hal ini dikaitkan dengan adanya sejarah atau legenda terbentuknya seluruh nagari yang ada di sekitar Danau Maninjau. Kita berharap cita- cita ini bisa terwujud dalam waktu singkat. Bertujuan menambah atau membuka lapangan usaha baru sekaligus peningkatan keterampilan bagi masyarakat,” terangnya.
“Kita rencana ciptakan dan kembangkan motif batik khas Tanjung Raya. Sehingga kesan Kecamatan Tanjung Raya bisa terlihat jelas dalam batik tersebut. Saat ini Tanjung Raya menjadi perhatian nasional dari berbagai aspek, pariwisata, ekonomi kreatif, umkm, pertanian dan perikanan. Tentu ini menjadi peluang yang sangat besar bagi masyarakat jika kita dapat memanfaatkan kesempatan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Agus Munir, salah seorang merupakan perantau nagari Maninjau di Padang, sangat mendukung gagasan Camat Tanjung Raya tersebut. berharap kiranya semua elemen anak nagari Salingka Danau Maninjau, baik yang berada di rantau maupun di kampung turut bersama-sama mendukung rencana tersebut.
“Kita sangat berharap kita dari Perantau mendukung rencana aksi Camat Tanjung Raya ini. Adalah kesempatan kita memberikan terbaik, apalagi menciptakan kerajinan batik khas Danau Maninjau. Sebuah kebanggaan sekaligus Sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat banyak,” tutupnya. (rud)
















