Kepala BKKBN Imbau Masyarakat Konsumsi Daun Kelor Jadi Makanan Pendamping Ibu Hamil dan Menyusui

Penulis -

Jumat, 4 November 2022 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, saat menghadiri sosialisasi percepatan penurunan stunting dan launching pemanfaatan kelor untuk stunting di Sulawesi Tengah

Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, saat menghadiri sosialisasi percepatan penurunan stunting dan launching pemanfaatan kelor untuk stunting di Sulawesi Tengah

Jakarta, Prokabar – Asupan makanan bergizi sangat diperlukan bagi ibu hamil dan menyusui, serta anak usia dini. Salah satunya daun kelor yang memiliki tinggi kandungan vitamin dan kalsium.

Hal tersebut disampaikan Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo di acara ‘Sosialisasi Percepatan Penurunan Stunting dan Launching Pemanfaatan Kelor untuk Stunting di Sulawesi Tengah’, Kamis (3/11).

“Kami ingin mendorong kelor sebagai produk lokal untuk bisa menjadi pangan pendamping nasional. Kita ketahui kelor memiliki banyak kandungan yang lebih daripada susu dan sayuran lainnya,” jelas Hasto Wardoyo dalam siaran pers yang diterima Prokabar.com.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Saat ini menurutnya, angka stunting di Indonesia masih berada di angka 24 persen. Sedangkan Kota Palu dibawah presentase nasional, 23 persen. Inilah yang kemudian menjadi pertimbangan BKKBN menekan angka stunting dengan pendekatan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Dengan mengkonsumsi daun kelor, juga mampu mencegah stunting. Oleh sebab itu, dianjurkan dari hamil hingga menyusui para ibu serta baduta mengkonsumsi daun kelor,” tambahnya lagi.

Hasto berharap target Presiden Jokowi tentang penurunan stunting 14 persen akan tercapai. Pengenalan asupan makanan seperti daun Kelor harus dikenalkan kepada masyarakat.

Senada dengan Kepala BKKBN, anggota Komisi IX DPRD RI, Edi Wuryanto juga mendorong masyarakat agar mengkonsumsi kelor. Karena menurutnya kelor sangat baik untuk kesehatan, terlebih untuk pencegahan stunting.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Ia mengaku tidak banyak wilayah yang memiliki komunitas budidaya kelor sebagus Palu. Pihaknya ingin mendorong pangan lokal menjadi suplemen yang bisa diolah untuk mencegah stunting.

“Saya kira ibu hamil dan menyusui serta balita yang mengkonsumsi sayur kelor bening setiap hari itu sudah meningkatkan asupan gizi,” pungkasnya. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB