LimapuluhKota,Prokabar – Beberapa pekan sebelum kabar orang China masuk ke Hutan Manggani, Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi pernah curhat soal potensi tambang emas di Pua Data, Koto Tinggi, Gunuang Omeh itu, kepada Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.
Di sela sela pidato resminya saat menghadiri peresmian sumur bor bantuan Kementerian ESDM yang digunting pita oleh Arcandra Tahar di Pondok Pesantren Al Makmur Tungka, Sawah Laweh, Situjuah Limo Nagari Oktober lalu, Irfendi menyinggung soal potensi Manggani.
“Ada di kampung kami pak Wamen, hutan Manggani. Peninggalan China. Itu dilema. Antara Hutan Suaka Alam Wisata Alam dan potensi emas,” kata Irfendi.
Dia berharap, Manggani bisa membantu perekonomian warga, juga menambah pendapatan daerah. “Tapi, tentu saja ini terkendala hutan lindungnya,” kata Bupati.
Menjawab itu, Wamen ESDM yang datang ke Situjuah atas undangan tokoh muda Luak Limopuluah Muhammad Bayu Vesky, mengaku, emas punya sifat berbeda.
“Kalau benar ada kandungan emasnya, tentu kita chek dulu, diteliti dulu oleh tim ahli. Sebab tidak semua yang emas berwarna kuning, dan tidak semua yang kuning emas,” kata ahli tambang yang lama hidup di Amerika itu.
Wamen ESDM, berjanji akan menurunkan tim ahli dalam persoalan Manggani. Namun begitu, Pemerintah Daerah diketahui belum mengajukan permohonan terkait hal tersebut sampai sekarang.
Kasus diduga orang China yang masuk ke Manggani, diharap banyak pihak, menjadi momen bagi seluruh pihak terkait dalam menuntaskan persoalan Manggani, termasuk status lahannya sekomprehensif mungkin. (vbm)
















