Pasaman, Prokabar — Kecelakaan transportasi jalan selalu terjadi. Bisa dikatakan ini adalah resiko berkendara, tidak dapat dipungkiri. Meski begitu, ini sebenarnya dapat dihindari. Caranya, menjaga keadaan fisik kendaraan dan pengendaranya dan paling penting menjaga jalan dan rambu-rambunya oleh pemerintah.
Hal inilah yang ditekankan Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama saat membuka diklat inspeksi keselamatan transportasi yang digelar Dinas Perhubungan kepada pegawainya, Senin (25/11).
Menurut Atos, sebagai pihak yang bertanggungjawab atas peredaran dan seluk beluk transportasi jalan, Dinas Perhubungan tentunya memiliki wawasan bagaimana seharusnya inspeksi terhadap sebuah jalan dan transportasi jalan. Wawasan ini perlu dikembangkan, sebab zaman semakin maju, kendaraan transportasi sudah canggih-canggih dan aturan banyak yang baru setiap tahunnya.
“Untuk itulah, diklat ini sangat perlu dilakukan supaya bertambah wawasan tersebut,” kata Atos.
Lebih lanjut Sekretaris Dinas Perhubungan, Delsi Syafei menambahkan, poin utama diklat ini ialah inspeksi terhadap kondisi jalan beserta pelengkapnya dan lingkungan sekitarnya. Sebab ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengguna jalan, yang diperkirakan memiliki kontribusi cukup besar terhadap terjadinya kecelakaan.
“Oleh karena itu peserta diklat dan para PNS di jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman harus memahami dengan baik, serta dapat mengevaluasi tingkat keselamatan infrastruktur jalan beserta bangunan pelengkapnya dengan mengidentifikasi bahaya-bahaya, kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan yang dapat menyebabkan kecelakaan, serta dapat memberikan usulan-usulan penanganannya,” jelas Delsi Syafei.
Diakuinya, dalam hal ini pihak dinas menggandeng Kementerian Perhubungan khususnya Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal sebagai pemateri. (Ola)
















