Pessel, Prokabar – Tim Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia mengunjungi Yayasan Ranah Mandeh (Yarahman) di Kecamatan XI Koto Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sabtu (1/12).
Kedatangan rombongan Kemensos tersebut untuk memverifikasi dan validasi lembaga sosial itu menuju Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).
Seksi Rencana Intervensi, Direktorat Rehablitasi Sosial Korban Penyalahgunaan RI, Maria Hapsari mengatakan, permohonan Yarahman untuk menjadi sebuah institusi penerima wajib lapor memang harus melalui beberapa persyaratan.
“Kita verifikasi dan validasi dulu. Namun soal putusan nanti tergantung dari pimpinan,” ujarnya.
Dikatakannya, nilai positif yang dapat diambil saat melakukan verifikasi Yarahman adalah semangat dan niat baik masyarakat yang begitu peduli agar narkoba tidak meluas merusak generasi muda penerus bangsa ini.
“Kalau melihat perjuangan Yarahman ini luar biasa. Ya, memang sulit. Masalah narkoba ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Ini pekerjaaan sebenarnya tidak menyenangkan, tapi disitulah nilai pointnya. Mudah-mudahan lembaga sosial yang telah bergerak dua tahun terakhir ini bisa menjadi IPWL,” ungkapnya.
Ketua Umum Yarahman, Adril berharap, kedatangan pihak Kemensos dapat menambah semangat baru bagi pengurus Yarahman yang terdiri dari anak-anak muda kreatif.
“Sehinngga, kita bisa berbuat dan bekerja bersama serta ikut berpartisipasi untuk kepentingan daerah,” ujarnya.
Adril melihat bahwa persoalan menyangkut Narkoba bukan darurat lagi, tapi memang parah. Ini meluas terus. Semakin banyak yang tertangkap, semankin banyak pula yang tak terbina. Sehingga, katanya, persoalan ini tidak sederhana lagi.
“Saya melihat dalam hal ini sebagian ada yang serius, tapi banyak pula yang tidak serius. Dan kita siap bekerja dengan perangkat yang ada dan siap untuk tidak digaji dengan semangat yang tinggi,” ujarnya lagi.
Dijelaskanya, Yarahman memiliki tiga prinsip yang disebut dengan Komitmen, Konsistensi dan Kontinitas.
Lanjut Adril, pernyataan perang terhadap narkoba bukan sekedar kata-kata tetapi bagaimana setiap pemuda di desa bisa bersama-sama bergerak untuk anti terhadap barang haram yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Harapan ini tertuang besar dalam Yayasan Yarahman untuk mampu melahirkan Penggiat Anti Narkoba Daerah Kami (Pandeka) dengan begitu penyalahgunaan narkoba bisa diminimalisir atau dicegah, tutupnya.(min)
















