Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Kemenkominfo ajak Anak Muda Bijak Gunakan Medsos

Dibaca : 229

Majalaya, Prokabar — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)  bekerjasana dengan Anggota Komisi I DPR RI mengajak kepada para pelajar dan anggota Karang Taruna se Kabupaten Bandung untuk bijak menggunakan media sosial.

“Anak muda itu menggunakan media sosial ke hal yang produktif, dengan cara mengisi konten media sosial seperti kesenian dan lainnya,”kata Direktur Pengelolaan Media Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI Siti Meiningsih,  di depan ratusan peserta kegiatan diskusi publik dengan tema kreatif bermedia sosial di GOR Futsal Alif 4 Desa/Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Minggu (18/11).

Menurutnya,  Ini bagian dari edukasi kepada kaum milenial, supaya mereka ikut menjadi enterpreneur atau menggunakan media sosial ke hal yang positif .

Mainingsih mengingatkan kepada masyarakat khusus kaum muda untuk tidak menyebarluaskan berita hoak atau berita bohong, serta konten pornografi, penghinaan, fitnah karenan ini bisa dikenai sanksi pidana sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Teknologi. “Dalam menyebarkan informasi di dunia maya tak boleh bohong. Tak boleh menipu. Itu bisa dikenai sanksi kurungan penjara selama 6 tahun dan denda Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Mainingsi juga mengingatkan kepada kaum milenial maupun masyarakat umum jangan memenuhi konten negatif di media sosial. “Apalagi ketika menerima berita hoak atau informasi bohong jangan disebarluaskan di media sosial. Lebiha baik diabaikan saja ketika menerima berita hoak”ucapnya.

Menurutnya Kemkominfo berusaha untuk memberikan edukasi, pelatihan, dan manfaat tentang penggunaan medsos. Salah satunya bekerjasama dengan DPR RI dalam melaksanakan kegiatan diskusi publik dengan tema kreatif bermedia sosial. ini bagian dari sosialisasi media sosial supaya digunakan ke hal yang produktif dan positif oleh masyarakat luas.

Ada di antaranya anak muda yang dihadirkan dalam dialog publik kreatif menggunakan media sosial ini yang sukses menggunakan media sosial tersebut.”Tentu saja ini sebagai salah satu upaya memberikan edukasi pendidikan kepada kaum milenial, supaya dalam menggunakan media sosial jangan ke hal yang negatif,” katanya.

Ia mengatakan anak muda memilki semangat yang besar, kepercayaan diri, berilmu pengetahuan teknologi serta beriman dan bertaqwa.”Bangsa Indonesia saat ini masih menjadi bangsa konsumen,” kata Meiningsih.

Selain itu, Ia juga menekankan agar generasi muda untuk menjadi Genposting (generasi positif thinking). Artinya para pemuda harus menciptakan dan menyebarkan konten-konten positif. Disamping itu pentingnya “Bermuamalah Sosmed” (berhubungan interaksi sosial berdasarkan pada sifat-sifat kebaikan)”Gertak tular kebaikan, cintai tanah air dan ciptakan komten-konten positif,” kata Mei.

Sementara narasumber lain pada acara diskusi yang sama, Arief Angklung seniman kota Bandung, mendorong para pemuda untuk lebih mengutamakan kebersamaan, bukan kecepatan dalam mencapai suatu tujuan.

Anggota Komisi 1 DPR RI KH. Ahmad Cucun Syamsurijal yang juga menjadi narsum mengingatkan peserta diskusi yang terdiri dari para pelajar SLTA dan anggota Karang Taruna untuk menghindari, tidak gampang percaya, dan ikut-ikutan menyebarkan berita-berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.”Jangan hiraukan berita-berita hoaks,” ujar Kang Cucun, sapaan akrabnya.

Cucun juga mengingatkan anak-anak muda harus pandai dan lebih bijak memanfaatkan teknologi informasi dengan menyebarkan konten-konten positif. (*/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top