Lifestyle

Kemenko PMK Imbau Orangtua Jaga Anak dari Video Game

Jakarta, Prokabar — Kemajuan Teknologi Informasi tidak sepenuhnya membuat anak-anak bisa memanfaatkan dengan baik kemajuan yang ada. Pasalnya, teknologi bisa membawa efek negatif bagi perkembangan anak.

Plt. Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ghafur Dharmaputra mengatakan apalagi bila anak terjerumus untuk rela menghabiskan waktunya untuk memainkan video game dari pada aktivitas lainnya.

“Bermain video game secara wajar itu tidak masalah. Yang jadi masalah bila pemainnya lupa waktu, lupa makan dan lebih sering menghabiskan waktunya untuk gaming. Itu yang perlu dicemaskan oleh para orang tua,” kata Ghafur melalui keterangan resmi, Selasa (18/12) kemarin.

World Health Organization (WHO) telah menetapkan kecanduan game merupakan salah satu gangguan mental. Para orang tua harus mengenali ciri-ciri bila anak terindikasi kecanduan bermain game. Menurut Ghafur, cirinya bisa ditandai dengan ketidakmampuan anak untuk mengendalikan kebiasan bermain game.

Lali memprioritaskan game di atas kegiatan lain, termasuk belajar serta berkomunikasi. Dan terakhir adalah anak tersebut akan sangat marah dan panik bila dijauhkan dari video game, meski sudah diperingatkan tentang akibat negatif permainan tersebut.

Sebagai solusi dan antisipasi, Ghafur menghimbau para orang tua untuk mulai memberi pengertian pada anak-anaknya bahwa terlalu lama bermain video game itu sangat tidak baik. Untuk pengalihannya, orang tua harus lebih intensif dalam membangun komunikasi dengan anak.

“Berilah kehangatan pada anak-anak kita, biasakan berkomunikasi dengan baik dengan mereka. Dan yang paling penting, bila anak anda dalam fase bermain adalah luangkan waktu khusus untuk bermain secara langsung dengan anak anda,” saran Ghafur. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top